Merangkak 3 Km ke Sekolah, Semangat Adul Difabel Kalahkan Rasa Capek

Merangkak 3 Km ke Sekolah, Semangat Adul Difabel Kalahkan Rasa Capek

Widiya Wiyanti - detikHealth
Selasa, 13 Nov 2018 12:50 WIB
Adul bocah difabel di Sukabumi. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Jakarta - Seorang bocah sekolah dasar yang akhir-akhir ini menyita perhatian masyarakat Indonesia karena antusiasnya yang tinggi tetap bersekolah meski memiliki keterbatasan. Yaitu Muklis Abdul Kholik alias Adul (9) yang kedua kakinya tidak sempurna.

Dari rumah ke sekolahnya di SDN 10 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berjarak tiga kilometer, ditempuh Adul dengan merangkak. Adul yang sudah duduk di bangku kelas tiga itu mengaku tidak merasa lelah demi bersekolah.

"Nggak capek. Nggak (sakit), pengin sekolah," kata Adul kepada detikHealth saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (13/11/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibunya, Pipin (45) mengatakan bahwa sebelumnya Adul harus digendong ke sekolah mengingat jarak yang tidak dekat dari rumahnya. Namun, Adul meminta ibunya untuk tidak mengantarnya lagi.

"Waktu kelas satu digendong ke sekolah. Tiga kilo tuh digendong, pulang pergi digendong. Sudah naik kelas dua, dia bilang 'bu aku nggak usah digendong, ibu berat kasihan, ibu capek'," ungkap Pipin.

[Gambas:Video 20detik]






Adul merangkak ke sekolah.Adul merangkak ke sekolah. Foto: Syahdan Alamsyah


Adul mengaku ingin berjalan saja meskipun harus merangkak dengan kedua tangannya pula. Keinginan kuatnya untuk terus bersekolah menepis segala hal negatif yang menempanya.

"Namanya dijalan, kan namanya merangkak di jalan ada anak-anak yang lain. 'Oh itu ada anak yang itu'. Yang suka nangis tuh ibunya, anaknya engga, terus dia bilang 'bu jangan nangis, aku mah orang. Biarin orang mau bilang apa juga'," cerita Pipin.

Selama ini Adul tidak pernah minder dengan kondisi fisiknya. Keterbatasannya itu pula tidak membuatnya dijauhi teman, banyak yang membantu Adul baik di rumah maupun di sekolah.

"Di sekolah temannya antusias, respon, peduli ke Adul, suka membantu. Mau ke belakang (toilet), ada yang antar temannya," kata Wali Kelas Adul, Euis Khadijah (53).



(wdw/up)