Saat itu, aktor tampan yang memang hobi olahraga tersebut merasa kram kaki yang membuatnya hampir gagal finish atau biasa disebut did not finish (DNF).
"Waktu itu saya mengikuti Bali marathon, lalu kemudian kena kram. Karena memang tingkat elevasinya (ketinggian suatu tempat terhadap daerah sekitarnya) curam, terus juga track larinya naik turunnya banyak banget, itu di luar prediksi saya memang," kenangnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibnu mengatakan saat perlombaan terjadi sedikit 'drama', meskipun kakinya kram, ia memutuskan untuk tetap mencapai garis finis. Namun ia mengakui tidak memaksakan kemampuan tubuhnya.
"Di depan garis finis ya, kurang lebih 500 meter saya putuskan untuk berjalan saja. Kaki juga sudah pincang-pincang. Kaki kanan-kiri nggak bisa digerakin. Begitu saya menginjakkan kaki di garis finis, sudah saya langsung minta ditandu. Karena saya sadar, jika saya paksakan kaki saya untuk lari, bisa-bisa kaki saya kena cedera atau bisa lebih fatal lagi," ceritanya.
Meski demikian, Ibnu mengakui dirinya bukanlah pelari hebat nan kuat. Ia pun sampai saat ini masih sering merasa kram saat berlari.
"Saya juga masih belajar dan perbanyak latihan lagi terutama untuk interval lari dan mempelajari elevasinya," tutupnya.
(wdw/up)











































