Jakarta -
Kualitas
sperma yang baik akan membantu dalam menciptakan 'perenang-perenang' tangguh yang berhasil sampai ke sel telur sehingga terjadi
pembuahan. Apakah semen yang kamu hasilkan sudah terproduksi dengan baik? Jawabannya tergantung dari kebiasaan yang kamu lakukan setiap harinya.
Lakukan empat hal berikut untuk mendapatkan sperma yang sehat seperti dilansir
Daily Star.
Pria yang berolahraga selama 15 jam atau lebih dalam seminggu memiliki konsentrasi sperma 73 persen lebih tinggi, menurut para peneliti dari Harvard.
Olahraga tidak hanya menurunkan berat badan, tetapi juga meningkatkan ekspresi antioksidan di seluruh tubuh.
Para peneliti dari Belanda pun menemukan bahwa pria dengan lingkar pinggang 40 inci atau lebih memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah. Dan mereka yang menonton TV selama lebih dari 20 jam seminggu memiliki konsentrasi sperma 44 persen lebih rendah.
Ikan adalah sumber dari omega-3 dan protein yang baik. Makanan ini juga menaruh peran besar dalam konsentrasi sperma. Peneliti dari Harvard University menemukan orang yang suka makan ikan salmon dan tuna 64 persen memiliki konsentrasi sperma yang baik dibandingkan mereka yang jarang makan ikan.
Sementara itu, pria yang lebih suka makan daging yang diproses dan daging merah secara signifikan memiliki jumlah sperma dengan bentuk yang normal.
Para peneliti dari National Institute of Child Health and Human Development, Maryland, dan Stanford University mengikuti 500 pria hingga 12 bulan, melacak pilihan pakaian dalam mereka dan memantau kualitas sperma mereka.
Ditemukan, pria yang memakai celana boxer di siang hari, tetapi tidur telanjang di malam hari memiliki 25 persen lebih sedikit kerusakan pada sperma mereka, dibandingkan dengan pria yang mengenakan pakaian dalam di tempat tidur.
Selain itu, pria yang memakai celana boxer (bukan celana ketat) 24 persen lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki jumlah sperma yang sedikit bergerak, menurut sebuah studi tahun 2012. Sperma motil rendah menjadi lamban lebih cepat dan sulit mencapai telur dengan sukses.
Memanaskan kembali makanan dalam wadah plastik tertentu (apalagi yang tidak memenuhi standar untuk masuk microwave) bisa merusak kualitas sperma. Ini karena bahan kimia yang disebut bisphenol-A (BPA) dapat larut dari plastik dan meresap ke dalam makanan.
Para peneliti dari Denmark menemukan bahwa pria yang memiliki kadar BPA tertinggi dalam urine mereka memiliki persentase sperma motil yang jauh lebih rendah.
Halaman Selanjutnya
Halaman