Kepada dokter, para kerabat juga melaporkan pria yang tidak disebutkan namanya ini melontarkan kata-kata kotor. Mereka meyakini ada yang tidak beres dengan perilaku si pria dan meminta dokter untuk memeriksa.
Tim medis di Hospital Universitario de Mostoles lalu melakukan serangkaian tes, namun tidak menemukan ketidaknormalan pada fungsi otak. Mereka pun merencanakan pemeriksaan CT Scan untuk melihat struktur otak si pria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini dilaporkan dalam jurnal ilmiah BMJ Case Reports. Disebutkan, pasien mengalami frontal lobe syndrome yang disebabkan oleh stroke. Kondisi seperti ini jarang dilaporkan.
Pasien mendapat perawatan selama sepekan di rumah sakit, dan perilakunya mulai berubah seperti semula. Ia juga mendapat pengobatan untuk mencegah serangan stroke muncul lagi.
"Pria tersebut tidak pernah menyadari perubahannya sendiri dan keluarganya bilang dia tidak bisa menafsirkan suasana hati orang lain," kata Dr Garcia, dikutip dari Dailymail.











































