Seksolog dari RS Siloam, dr Heru Oentoeng, SpAnd menyebut bahwa diagnosis perilaku seks menyimpang harus mengacu pada DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) 5. Dan menurut panduan tersebut, tidak semua fantasi seks termasuk penyimpangan.
Dalam kasus yang baru-baru ini heboh di Jakarta Selatan, perilaku seks threesome dilakukan dengan melibatkan anak tiri yang bahkan masih di bawah umur. Sang anak diiming-imingi imbalan agar mau melayani nafsu bejat orang tua tirinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan penyimpangan atau gangguan seks apabila tidak bisa melakukan hubungan seks dengan lazim, misalnya hanya bisa threesome untuk bisa mendapatkan kepuasan. Berlaku juga pada fantasi maupun perilaku seksual lainnya.
"Seperti pedofilia yang tidak bisa melakukan hubungan seksual dengan orang dewasa. dia hanya bisa puas dengan anak-anak. Itu gangguan seksual, atau misalnya fetish yang harus memakai alat-alat tertentu yang merangsang. Jadi objek kan itu bukan partner, itu baru dikatakan gangguan seksual," jelas dr Heru.
(up/up)











































