Mereka menerima surat yang menyebutkan bahwa mereka berisiko terkena HIV karena ahli kebersihan gagal membersihkan peralatan medis dengan benar. Contohnya scaler ultrasonik hanya dibersihkan dua kali sehari, padahal harus dibersihkan setiap kali akan digunakan.
Kesalahan itu terungkap pada bulan Januari lalu ketika staf lain di tempat praktik itu, Herts, menyadari scaler itu tidak dimasukkan ke dalam steriliser sesering yang seharusnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Jorg Hoffmann dari Kesehatan Masyarakat Inggris mengatakan bahwa 563 pasien itu mungkin saja bisa terinfeksi virus lain, sekalipun bukan terinfeksi HIV.
"Risiko tertular hepatitis B, hepatitis C atau HIV sangat rendah tapi tes tetap ditawarkan sebagai tindakan pencegahan," ujarnya dikutip dari The Sun.
Para pasien pun merasa takut terinfeksi penyakit karena kelalaian pihak klinik. Mereka pun merasa kecewa atas kejadian seperti ini.
"Fakta bahwa mereka butuh tiga bulan untuk memperingatkan semua orang adalah menjijikkan. Berapa banyak lagi orang yang dapat terinfeksi pada waktu itu?" kata salah satu pasien.











































