"Saya kaget saat melihat ke tubuh bagian bawah. Testis saya sudah hilang dan tidak tahu harus bagaimana. Seorang konsultan membawa saya ke pemeriksaan ultrasound dan mengatakan dia belum pernah melihat hal ini terjadi," kata pria tersebut dikutip dari Mirror.
Pria asal Barrow, Inggris ini didiagnosa mengalami pembengkakan testis yang disebut hidrocele. Kondisi terjadi bila ada cairan yang terkumpul dalam lapisan tipis yang mengelilingi buah zakar. Dia dirujuk ke dokter ahli urologi Ashutosh Jain di Furness General Hospital, Cumbria.
Pada April 2019, dokter melakukan operasi untuk menangani kondisi pria tersebut. Pasien disebutkan kembali sadar usai operasi yang perlu waktu sekitar 30 menit. Namun saat itu, pasien melihat selang yang digunakan untuk menguras testisnya masih ada di organ tersebut.
Menurut pasien, alat tersebut tidak pernah diperiksa atau dikosongkan tenaga kesehatan yang bertanggung jawab. Dia kemudian dibawa lagi ke meja operasi selama 24 jam setelah prosedur pertama dilakukan. Sayangnya, dokter kedua yang menanganinya tidak memberi pasien bahwa testis kanannya akan diamputasi.
Ketika sadar, pasien menemukan satu testisnya telah hilang. Pasien masih dirawat di rumah sakit hingga 12 hari, lebih lama dari penanganan hidrocele yang biasanya boleh langsung pulang. Dia juga masih mengonsumsi morfin cair sebagai penawar rasa sakit, serta mengalami bengkak di bagian yang diamputasi.
Dalam kasus ini, perhatian tertuju pada Jain yang merupakan dokter pertama penanganan kasus. Jain adalah satu dari tiga urolog yang keputusannya memancing kontroversi beberapa tahun terakhir. Dokter kedua, yang namanya tidak disebutkan, harus menghilangkan testis kanan karena mengalami infeksi namun tidak mengatakannya kepada pasien.
Pasien kemudian mengajukan komplain resmi pada University Hospitals of Morecambe Bay NHS Foundation Trust (UHMBT). Pada Juli 2019, komplain naik menjadi insiden klinis serius. Pimpinan rumah sakit kemudian melakukan investigasi yang harus selesai pada Oktober 2019.
"Kami sudah berbicara dan minta maaf atas kejadian ini. Karena investigasi harus teliti dan melibatkan banyak unsur, prosedur ini masih berlangsung," kata direktur medis UHMBT Shahedal Bari.
Bari mengatakan akan terus mengupdate kemajuan hasil penyelidikan dengan pasien. Setelah selesai, pasien juga akan mendapat laporan hasil investigasi.
(wdw/wdw)