Normal Kok, Ini Alasan Ilmiah Bau Ketiak Sering Bikin Malu

Normal Kok, Ini Alasan Ilmiah Bau Ketiak Sering Bikin Malu

Elsa Himawan - detikHealth
Senin, 03 Agu 2020 06:22 WIB
Smiling girl taking care of underarms while having leisure under warm water
Bau ketiak ternyata normal (Foto: iStock)
Jakarta -

Mungkin kamu pernah berada di situasi ketika ketiakmu terasa bau. Hal itu membuat orang di sekitar menjadi tidak nyaman, sehingga kamu sendiri merasa malu. Namun, ketiak bau ternyata adalah hal yang wajar.

Dikutip dari Healthline, bagian tubuh ditutupi oleh kelenjar keringat yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin berfungsi untuk menghasilkan keringat dan letaknya berada di permukaan kulit. Sebaliknya, kelenjar apokrin terjadi di daerah yang mengandung banyak folikel rambut, seperti pangkal paha dan ketiak.

Saat tubuh memanas, kelenjar ekrin akan melepaskan keringat. Biasanya, keringat ini tidak memiliki bau. Hanya saja, ketika bakteri masuk pada kulitmu, maka barulah menimbulkan bau.

Kelenjar apokrin bekerja di bawah tekanan dan mengeluarkan aliran yang tidak berbau. Cairan ini mulai menimbulkan bau ketika bersentuhan dengan bakteri pada kulit. Kelenjar ini mulai bekerja sejak kamu memasuki masa pubertas. Oleh sebab itulah, saat beranjak remaja kamu mulai mencium aroma bau badan.

Walaupun hal ini terbilang normal, tetapi ada beberapa orang yang memiliki kadar keringat yang jauh lebih banyak dibanding pada umumnya. Kondisi ini disebut hiperhidrosis, yaitu keringat berlebihan yang dimiliki seseorang, terutama pada bagian tangan, kaki, dan ketiak. Jika kamu mengalaminya, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat.




(up/up)