9 Jenis Sakit Kepala dan Penyebabnya yang Perlu Diketahui

9 Jenis Sakit Kepala dan Penyebabnya yang Perlu Diketahui

Lusiana Mustinda - detikHealth
Senin, 28 Sep 2020 15:16 WIB
sakit kepala sebelah kanan
Jenis-jenis sakit kepala. Foto: Getty Images/iStockphoto/seb_ra
Jakarta -

Jenis sakit kepala bervariasi penyebab serta gejalanya. Sebagian besar relatif berlangsung singkat dan jarang menimbulkan kekhawatiran. Namun tetap diperlukan kemampuan untuk mengenali jenis sakit kepala yang dialami.

Pengetahuan ini penting agar mereka yang didera sakit kepala tahu cara pengobatan yang terbaik. Menurut WHO, kebanyakan orang akan mengalami sakit kepala dari waktu ke waktu. Meskipun terkadang dapat menyakitkan, akan tetapi sebagian besar sakit kepala bisa diobati dengan obat penghilang rasa sakit sederhana dan akan hilang dalam beberapa jam.

Berikut ini beberapa jenis sakit kepala dan penyebabnya:

1. Migrain


Seseorang yang mengalami migrain secara khas akan merasakan sakit yang berdenyut-denyut hanya di satu sisi kepala. Orang tersebut mungkin mengalami peningkatan kepekaan terhadap cahaya, suara, dan bau. Mual dan muntah juga sering terjadi.

ADVERTISEMENT

Melihat garis zig zag, lampu berkedip atau bintik-bintik, kehilangan penglihatan sebagian, mati rasa, pin dan jarum, kelemahan otot dan kesulitan bicara jadi salah satu tanda-tanda migrain.

Penyebab migrain belum sepenuhnya dipahami. Namun ini sering terjadi dalam keluarga. Migrain juga lebih sering terjadi pada orang dengan kondisi tertentu yang sudah ada sebelumnya, seperti depresi dan epilepsi.

Pemicu migrain bisa meliputi stres dan kecemasan, gangguan tidur, melewatkan makan, dehidrasi hingga perubahan hormonal.

2. Sakit kepala karena tegang

Jenis sakit kepala yang biasanya terjadi di kedua sisi kepala disebut juga sakit kepala karena tegang. Gejala yang bisa dialami yakni perasaan tertekan di belakang mata, kepekaan terhadap cahaya dan suara, sakit kepala yang berlangsung selama 30 menit.

Penyebab sakit kepala tegang tidak jelas, tetapi stres, kecemasan dan depresi adalah pemicu yang umum.

3. Sakit kepala dibelakang mata

Jenis sakit kepala bagian belakang mata bisa dikarenakan postur tubuh yang salah sehingga membuat leher keseleo dan cedera tulang belakang bagian atas. Ini bisa menyebabkan sakit kepala yang disertai dengan sakit leher.

Untuk mengobatinya, sebaiknya koreksi postur tubuh, olahraga leher hingga lakukan fisioterapi.

4. Sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster adalah sakit kepala parah yang sering terjadi secara berulang sebanyak enam kali atau lebih. Sakit kepala ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita. Sakit kepala cluster digambarkan dengan rasa sakit yang menusuk di belakang atau sekitar satu mata.

Gejala lain bisa meliputi, mata berair, kelopak mata bengkak, hidung tersumbat. Penyebab sakit kepala cluster tidak jelas, tetapi lebih mungkin terjadi pada perokok dan peminum berat.

5. Alergi atau sakit kepala sinus

Jenis sakit kepala di bagian depan dapat terjadi akibat reaksi alergi. Rasa sakit akibat sakit kepala ini sering kali terfokus di area sinus dan di depan kepala. Sakit kepala migrain biasanya salah didiagnosis sebagai sakit kepala sinus.

Faktanya, hingga 90 persen dari "sakit kepala sinus" sebenarnya adalah migrain. Sakit kepala sinus dapat diobati dengan mengencerkan lendir yang menumpuk dan menyebabkan tekanan sinus. Semprotkan steroid hidung, dekongestan OTC seperti fenilefrin atau antihistamin untuk mengatasinya.

Sakit kepala sinus juga bisa menjadi gejala infeksi sinus. Dalam kasus ini, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk membersihkan infeksi dan meredakan sakit kepala serta gejala lainnya.

6. Sakit kepala karena hormon

Jenis sakit kepala dan penyebabnya karena hormon perlu kamu ketahui. Wanita biasanya mengalami sakit kepala yang terkait dengan fluktuasi hormonal. Menstruasi, pil KB dan kehamilan semuanya dapat mempengaruhi kadar estrogen yang dapat menyebabkan sakit kepala.

Diperkirakan sekitar 60 persen wanita penderita migrain juga mengalami sakit kepala saat menstruasi. Cara mengatasinya bisa dengan teknik relaksasi, yoga hingga akupuntur.

7. Sakit kepala hipertensi

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan Anda sakit kepala dan ini dapat menjadi tanda keadaan darurat. Sakit kepala hipertensi biasanya akan terjadi di kedua sisi kepala dan biasanya memburuk dengan aktivitas apapun. Kamu mungkin mengalami perubahan penglihatan, mati rasa atau kesemutan, mimisan, nyeri dada atau sesak napas.

Jika kamu merasa sakit kepala hipertensi, sebaiknya kamu harus segera mencari pertolongan medis. Sakit kepala jenis ini biasanya hilang segera setelah tekanan darah terkendali dengan lebih baik.

8. Sakit kepala pasca trauma

Jenis sakit kepala yang lainnya adalah sakit kepala pasca trauma yang dapat berkembang setelah semua jenis cedera kepala. Sakit kepala ini terasa seperti migrain atau sakit kepala tipe tegang dan biasanya berlangsung 6 hingga 12 bulan setelah cedera terjadi. Mereka bisa menjadi kronis.

Triptans, sumatriptan (lmitrex), beta-blocker dan amitriptyline sering diresepkan untuk mengontrol rasa sakit kepala ini.

9. Sakit kepala saat beraktivitas

Sakit kepala akibat aktivitas terjadi dengan cepat setelah periode aktivitas fisik yang intens. Jenis sakit kepala dan penyebabnya ini bisa terjadi setelah melakukan angkat beban, lari dan hubungan seksual. Aktivitas ini diduga menyebabkan peningkatan aliran darah ke tengkorak yang dapat menyebabkan sakit kepala berdenyut di kedua sisi kepala.

Jenis sakit kepala akibat aktivitas tidak akan berlangsung lama. Sakit kepala jenis ini biasanya sembuh dalam beberapa menit atau beberapa jam. Analgesik seperti aspirin dan ibuprofen dapat meredakan gejala sakit kepala ini.






(lus/pal)