Sederet Kondisi Bumil yang Perlu Konsumsi Obat Penguat Kandungan

Sederet Kondisi Bumil yang Perlu Konsumsi Obat Penguat Kandungan

Thalitha Yuristiana - detikHealth
Selasa, 10 Nov 2020 14:50 WIB
Attractive pregnant female chilling while drinking fresh coffee from mug and relaxing at home
Sederet kondisi ibu hamil yang perlu konsumsi obat penguat kehamilan. (Foto: iStock)
Jakarta -

Bumil, ada beberapa cara mencegah keguguran dan komplikasi kehamilan salah satunya dengan mengonsumsi obat penguat kandungan. Pemberian obat penguat kandungan biasanya dilakukan pada trimester satu.

Dikutip dari Haibunda, dr Ilham Utama Surya SpOG, Staf Medis Women Health Service RSUPNCM menjelaskan bahwa obat penguat kandungan memiliki zat aktif kandungan progesteron. Kandungan ini berfungsi untuk mempertahankan kehamilan.

Yuk, simak penjelasannya mengenai obat penguat kandungan ini dan perlukah ibu mengkonsumsinya?

Regner de Graaf pertama kali memulai penelitian pada tahun 1672 mengenai hormon progesteron ini. Progesteron merupakan hormon bekerja mempersiapkan lapisan rahim paling dalam, sehingga janin dapat menempel di dalam rahim.

"Namun, bila tidak ada janin, lapisan ini akan meluruh atau yang dikenal dengan darah menstruasi. Hormon progesteron bila bertahan akan mempertahankan kehamilan hingga 9 bulan, ia akan merelaksasi otot-otot rahim sehingga janin dapat tumbuh dan berkembang," jelas dr Ilham.

ADVERTISEMENT

Suplementasi hormon progesteron digunakan pada keadaan-keadaan:

1. Abortus imminens (ancaman keguguran)

Ancaman keguguran menjadi momok yang metakutkan bagi ibu hamil. Keguguran ditandai dengan adanya flek-flek darah pada saat usia kehamilan di bawah 20 minggu. Janin yang memiliki berat yang rendah dapat keluar dari rahim.

"Untuk menanggulanginya seorang Dokter mencari penyebab kelainan ini seperti infeksi, kelainan janin, malnutrisi dan gangguan hormon," kata dr Ilham.

2. Keguguran berulang

Keguguran berulang terjadi paling tidak sebanyak dua kali atau lebih berturut-turut, pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Menurut konsensus yang dirilis oleh Himpunan Endokrinologi dan Fertilitas Indonesia, salah satu cara untuk menanggulangi ini adalah pemberian suplementasi progesterone.

3. Bayi tabung/Fertilisasi In Vitro

Salah satu manfaat suplementasi progesteron juga dapat berfungsi pada bayi tabung atau fertilisasi in vitro. Bayi tabung merupakan cara untuk memperoleh kehamilan dengan teknologi reproduksi dengan pembuahan di luar tubuh manusia.

"Pada keadaan normal, pembuahan terjadi di saluran telur wanita untuk selanjutnya terjadi implantasi atau penempelan janin di rahim. Namun pada keadaan ini penggunaan suplementasi progesterone dibutuhkan untuk memperbaiki defisiensi fase luteal dan mempersiapkan endometrium untuk implantasi," katanya kepada HaiBunda.

4. Persalinan prematur

Persalinan prematur atau kurang bulan merupakan persalinan yang terjadi saat usia kehamilan kurang dari 37 minggu atau 9 bulan. Kondisi ini akan berdampak pada bayi jangka pendek maupun panjang seperti kebutaan, gagal napas, hingga kematian. Menurut Ilham, Salah satu cara menanggulanginya adalah dengan pemberian suplementasi progesteron.

5. Hamil kembar

Hamil kembar menjadi alasan persalinan dilakukan prematur. Hal ini disebabkan peregangan rahim. Sehingga salah satu cara untuk mempertahankan kehamilan hingga cukup bulan adalah dengan pemberian suplementasi progesteron.

Simak terus Haibunda.com dalam kanal Bersama Dokter untuk informasi tepercaya seputar kehamilan, tumbuh kembang anak, nutrisi, dan psikologi langsung dari ahlinya..




(naf/naf)