Selasa, 14 Agu 2012 10:57 WIB

Ini yang Harus Rutin Diperiksakan Biar Pria Tak Lemah Syahwat

- detikHealth
(Foto: thinkstock) (Foto: thinkstock)
Jakarta - Impotensi atau lemah syahwat adalah malapetaka bagi laki-laki manapun juga yang masih berada dalam usia reproduktif. Agar terhindar dari salah satu gangguan seksual tersebut, laki-laki harus rajin-rajin melakukan beberapa pemeriksaan.

Pemeriksaan yang perlu dilakukan secara rutin antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Health24, Selasa (14/8/2012).

1. Kadar testosteron
Seperti halnya menopause pada perempuan, kekurangan hormon seks pada laki-laki juga memicu penurunan fungsi seksual. Kondisi yang disebut juga Testosterone Deficiency Syndrome ini bisa memicu impotensi.

2. Lingkar pinggang
Ukuran lingkar pinggang tidak cuma berhubungan dengan penampilan, tetapi juga menentukan kesehatan organ-organ penting seperti hati dan jantung. Tidak terkecuali organ reproduksi, makin besar lingkar pinggangnya makin besar pula risiko impotensi.

3. Pemeriksaan anus digital
Taknologi ini membantu pria untuk melakukan deteksi dini adanya kelainan di prostat. Umumnya para laki-laki malas melakukannya, atau takut karena kalau ada apa-apa nanti malah kepikiran dan justru sakit betulan karena stres duluan.

4. Kolesterol
Kelebihan kolesterol atau hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko gangguan jantung. Semua hal yang mengganggu sistem peredaran darah umumnya berisiko memunculkan gangguan seksual baik pada laki-laki maupun perempuan.

5. Tekanan darah
Seperti halnya kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi juga mempengaruhi kerja jantung dan pembuluh darah. Tidak cuma berisiko memicu impotensi, darah tinggi juga sangat berbahaya bagi yang punya riwayat gangguan jantung sebelumnya karena bisa memicu serangan jantung dan stroke yang mematikan.

6. Penyakit kelamin
Infeksi Menular Seksual (IMS) pada laki-laki antara lain meliputi Human Imunodeficiency Virus (HIV), kencing nanah atau gonorrhea, raja singa atau sifilis. Kebanyakan menular lewat kontak cairan tubuh, namun ada juga yang melalui kontak permukaan kulit sehingga pencegahannya tidak cukup hanya dengan kondom saja.





(up/ir)