Sakit Leher Bukan Alasan Puasa Bercinta, Begini Triknya

Sakit Leher Bukan Alasan Puasa Bercinta, Begini Triknya

Linda Mayasari - detikHealth
Senin, 08 Okt 2012 19:30 WIB
Sakit Leher Bukan Alasan Puasa Bercinta, Begini Triknya
(Foto: ThinkStock)
Jakarta - Nyeri leher, leher kaku, dan kejang otot tentu dapat menurunkan minat Anda untuk berhubungan seks. Selain itu juga timbul ketakutan bahwa seks akan memperparah kondisi leher, sehingga Anda perlu melakukan beberapa hal agar tetap nyaman berhubungan seks meski sedang menderita sakit leher.

Aktivitas apapun yang menyebabkan Anda harus menahan kepala terlalu jauh ke belakang, membungkuk ke samping, atau membungkuk terlalu jauh ke depan memberi tekanan pada otot-otot, ligamen, dan sendi leher dan dapat membuat nyeri leher semakin parah.

Hal ini juga berlaku untuk kegiatan seperti mengemudi dan seks. Jika Anda menderita nyeri leher, ada beberapa hal dalam seks yang harus disesuaikan dengan kondisi Anda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu hubungan seks saat sedang mengalami nyeri leher, seperti dilansir everydayhealth, Senin (8/10/2012) antara lain:

1. Konsultasikan kondisi Anda
Jangan malu menanyakan kepada dokter apakah kondisi penyebab sakit leher yang Anda alami aman dan memungkinkan jika berhubungan seks. Jika dokter meyakinkan bahwa berhubungan seks aman ketika leher Anda sedang sakit, hal ini dapat menghapus faktor ketakutan dan membuat Anda lebih berkonsentrasi terhadap seks.

2. Minum obat pereda nyeri 30 menit sebelum seks
Beberapa obat dapat membantu meringankan nyeri leher tetapi mungkin juga dapat mengganggu gairah dan fungsi seksual. Jika Anda menggunakan obat nyeri leher, Anda mungkin harus meminumnya sekitar 30 menit sebelum melakukan hubungan seks agar nyeri berkurang dan tidak mengganggu seks.

3. Bicarakan dengan pasangan
Pasangan yang tidak mengerti keadaan Anda dapat menafsirkan kondisi Anda sebagai keengganan untuk melakukan hubungan seks. Sehingga komunikasikan kondisi Anda dengan pasangan agar timbul kerjasama yang baik dalam seks.

Pasangan Anda mungkin juga khawatir jika menyakiti Anda selama seks, sehingga Anda perlu meyakinkannya untuk melakukan cara yang aman seperti yang diinstruksikan dokter.

3. Rencanakan seks ketika nyeri berkurang
Seks lebih menyenangkan ketika Anda sedang santai dan memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Cobalah untuk merencanakan hubungan seks ketika sakit leher berkurang dan Anda memiliki cukup energi.

Jangan mencoba untuk melakukan hubungan seks tepat setelah makan atau setelah minum alkohol. Alkohol dan tembakau dapat mengganggu fungsi seksual.

4. Pemanasan
Pemanasan sangat penting dalam seks agar dapat tercipta keintiman saling memberikan rangsangan sebelum penetrasi dilakukan. Sebelumnya, Anda dapat mandi air panas untuk melemaskan otot-otot leher agar tidak kaku.

Anda juga dapat menambahkan pijatan sebagai bagian dari foreplay. Semua persiapan ini akan dapat meningkatkan mood untuk seks serta meningkatkan suplai darah ke otot-otot leher dan membantu mengurangi nyeri leher.

5. Temukan posisi yang sempurna
Beritahu pasangan Anda posisi mana yang membuat leher Anda terasa sakit dan posisi mana yang membuat leher terasa lebih baik. Umumnya, pasangan yang sehat dan tidak sakit leher harus melakukan sebagian besar gerakan atau mendominasi seks.

6. Gunakan bantal tambahan
Anda mungkin dapat menggunakan bantal tambahan untuk meninggikan leher dan mendukungnya. Hal ini dapat membantu leher menahan beban yang menyebabkan rasa sakit sehingga Anda lebih nyaman ketika berhubungan seks.




(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads