"Mimpi basah itu tidak ada yang tidak normal. Mimpi basah itu kan alamiah. Jadi mau terjadi beberapa kali dalam sebulan atau jarang terjadi dalam sebulan, ya itu normal-normal saja," jelas dr Heru H. Oentoeng, M.Repro, SpAnd.
Perbedaan intensitas datangnya mimpi basah sendiri disebabkan oleh perbedaaan hasrat seksual antara satu lelaki dengan lelaki lain. Pria dengan hasrat seksual yang besar tetapi tak memiliki sarana untuk menyalurkannya dengan sengaja biasanya akan sering memiliki mimpi basah. Lain halnya dengan pria yang memiliki pasangan dan kerap melakukan hubungan intim.
Lebih lanjut, dokter di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk itu menjelaskan bahwa mimpi basah terjadi lantaran hasrat seksual terlalu 'penuh' tetapi tak bisa disalurkan dengan sengaja. Sensasi yang menggebu itu kemudian merangsang otak saat tidur sehingga menciptakan mimpi basah.
"Ketika seseorang mengalami mimpi basah, itu artinya dia mempunyai hasrat seksual yang 'kepenuhan' yang tidak bisa dilampiaskan secara sengaja. Akhirnya sensasi tersebut merangsang otak dan terjadilah mimpi basah, di mana hasrat seksual itu dikeluarkan dengan cara tidak sengaja," terang dr Heru ketika berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (16/5/2014).
Intensitas mimpi basah akan semakin berkurang jika seorang pria telah melakukan hubungan seksual. Oleh karena itu wajar jika pria yang teratur melakukan hubungan seksual atau aktivitas lain yang menimbulkan orgasme dan ejakulasi akan jarang mengalami mimpi basah. Bahkan terkadang, beberapa pria menjadi tak pernah mengalami mimpi basah lagi.
Meski demikian, Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, Ketua Bagian Andrologi dan Seksologi dan Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine FK Universitas Udayana menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penggunaan istilah 'mimpi basah'. Menurutnya istilah 'mimpi basah' lebih tepat jika disebut 'nocturnal ejaculation' alias ejakulasi yang terjadi ketika tidur. Ejakulasi nokturnal itu biasanya didahului oleh mimpi erotis, yang kemudian menimbulkan rangsangan dan berakhir dengan orgasme yang disertai ejakulasi.
"Saya tidak tahu dari mana asalnya istilah 'mimpi basah' berasal. Agaknya istilah itu dimunculkan pada masa lalu karena pengertian tentang ejakulasi (keluarnya sperma) sangat rendah. Istilah 'mimpi basah' sebaiknya tidak kita populerkan lagi karena seolah menggiring masyarakat terus menggunakan istilah yang salah."
(vit/vit)











































