Jakarta -
Kebanyakan pria akan panik bila Mr P melakukan hal-hal di luar kehendak Anda, semisal tiba-tiba ereksi di pagi hari atau ejakulasi dini saat sedang stres. Padahal pada dasarnya ini wajar dialami para pria.
Anehnya, banyak pria yang tak mengetahui bahwa kemaluannya bisa melakukan hal-hal tersebut, sehingga mereka menganggapnya aneh atau bahkan mengerikan. Namun sebenarnya seperti apa hal-hal aneh yang dimaksud? Simak lanjutan paparannya yang dikutip dari Men's Health, Jumat (27/2/2015) berikut ini.
1. Pipis 'belok'
ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Pada waktu-waktu tertentu, pria kesulitan untuk mengatur arah pipisnya. Biasanya setelah berhubungan intim atau masturbasi, maka arah pipis mereka akan cenderung 'berbelok'.
Dr Sonstein menerangkan ini karena masih ada sisa air mani di sekitaran uretra Anda. "Oleh karena itu, ketika buang air kecil, air kencing akan terhalang oleh air berisi sperma yang kental itu sehingga kemudian arah keluarnya pipis menjadi seperti berbelok," katanya.
2. Tak membesar saat ereksi
ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Tak semua pria bisa mengalami pembesaran penis saat sedang terangsang. "Justru pria yang penisnya mengecil saat tidak sedang ereksi, bisa ereksi lebih lama daripada pria yang tampaknya memiliki penis besar," ungkap Dr Sonstein.
Sedangkan pria yang Mr P-nya tampak panjang ketika tidak ereksi biasanya lebih sulit ereksi, dan kalaupun bisa 'menegang', ukurannya tidak begitu besar. Namun Dr Sonstein mengatakan ini hanyalah masalah genetik.
Baca juga: Ada Celana Dalam yang Diklaim Bisa Perbesar Mr P, Benarkah?
3. Urine tetap berwarna kuning
ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Apapun makanan atau minuman yang dikonsumsi, urine yang dihasilkan pria tetap saja berwarna kuning. Menurut Dr Sonstein, ini karena urine mengandung bahan kimia yang disebut urobilin, yang bertugas mencerna cairan di dalam ginjal. Kebetulan urobilin sendiri memiliki warna kuning.
"Makin kuning urine Anda, itu artinya makin sedikit urobilin yang dicerna oleh air atau cairan lainnya. Dengan kata lain Anda kurang minum. Sebab seharusnya urine yang sehat adalah mendekati bening," paparnya.
4. Susah ereksi
ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Dr Sonstein menyebut kondisi ini sebagai 'disfungsi ereksi situasional', dan banyak pria yang tak bisa luput darinya. Biasanya ini disebabkan oleh stres atau masalah hubungan.
"Bila Anda merasa tertekan atau cemas, ini akan membuat tubuh Anda 'tegang'. Tapi di sisi lain ini justru menyebabkan Mr P Anda sulit menegang," jelasnya.
Baca juga: Peneliti Kembangkan Obat Kuat dari Racun Laba-laba Pisang
Pada waktu-waktu tertentu, pria kesulitan untuk mengatur arah pipisnya. Biasanya setelah berhubungan intim atau masturbasi, maka arah pipis mereka akan cenderung 'berbelok'.
Dr Sonstein menerangkan ini karena masih ada sisa air mani di sekitaran uretra Anda. "Oleh karena itu, ketika buang air kecil, air kencing akan terhalang oleh air berisi sperma yang kental itu sehingga kemudian arah keluarnya pipis menjadi seperti berbelok," katanya.
Tak semua pria bisa mengalami pembesaran penis saat sedang terangsang. "Justru pria yang penisnya mengecil saat tidak sedang ereksi, bisa ereksi lebih lama daripada pria yang tampaknya memiliki penis besar," ungkap Dr Sonstein.
Sedangkan pria yang Mr P-nya tampak panjang ketika tidak ereksi biasanya lebih sulit ereksi, dan kalaupun bisa 'menegang', ukurannya tidak begitu besar. Namun Dr Sonstein mengatakan ini hanyalah masalah genetik.
Baca juga: Ada Celana Dalam yang Diklaim Bisa Perbesar Mr P, Benarkah?
Apapun makanan atau minuman yang dikonsumsi, urine yang dihasilkan pria tetap saja berwarna kuning. Menurut Dr Sonstein, ini karena urine mengandung bahan kimia yang disebut urobilin, yang bertugas mencerna cairan di dalam ginjal. Kebetulan urobilin sendiri memiliki warna kuning.
"Makin kuning urine Anda, itu artinya makin sedikit urobilin yang dicerna oleh air atau cairan lainnya. Dengan kata lain Anda kurang minum. Sebab seharusnya urine yang sehat adalah mendekati bening," paparnya.
Dr Sonstein menyebut kondisi ini sebagai 'disfungsi ereksi situasional', dan banyak pria yang tak bisa luput darinya. Biasanya ini disebabkan oleh stres atau masalah hubungan.
"Bila Anda merasa tertekan atau cemas, ini akan membuat tubuh Anda 'tegang'. Tapi di sisi lain ini justru menyebabkan Mr P Anda sulit menegang," jelasnya.
Baca juga: Peneliti Kembangkan Obat Kuat dari Racun Laba-laba Pisang
(lil/up)