"Berhubungan intim untuk pertama kalinya setelah melahirkan masih berpeluang hamil kalau tidak memakai kontrasepsi apapun," kata dr Hari Nugroho SpOG saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (20/3/2015).
Untuk menghindari kehamilan, sesudah masa nifas istri pun biasanya menggunakan alat kontrasepsi, misalnya saja Intrauterine Device (IUD) atau KB spiral. Menanggapi hal ini, dr Hari mengatakan pada dasarnya semua alat kontrasepsi memiliki nilai kegagalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada yang bisa menjamin. Yang bisa kita lakukan adalah memilih alat kontrasepsi dengan angka kegagalan terendah," lanjut dokter yang praktik di RSUD Dr Soetomo Surabaya ini.
KB Spiral (AKDR-Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) atau IUD (Intra Uterine Device) konvensional diungkapkan dr Hari memiliki angka kegagalan sekitar 0,8%. Sedangkan, IUD dengan hormon di dalamnya memiliki angka kegagalan sekitar 0,2%.
Nah, apabila dibandingkan dengan KB pil yang memiliki angka kegagalan 9%, maka spiral menurut dr Hari sudah jauh lebih unggul. Pasca melahirkan, telat haid atau haid yang tidak teratur juga bisa dialami para ibu. Bahkan menurut dr Hari, ketidak teraturan haid pasca melahirkan memang sering terjadi.
Penyebabnya, terutama akibat perubahan hormon pasca melahirkan. Lantas, apakah tidak lancarnya haid dipengaruhi juga karena menyusui?
"Benar, salah satu yang menyebabkan haid tidak teratur adalah karena menyusui. Ada juga wanita yang tidak haid selama memberikan ASI Eksklusif yang tidak campur dengan susu formula. Sehingga, hal itu dapat juga dijadikan metode kontrasepsi," tutur dr Hari.
Baca juga: Melahirkan Caesar, Nyeri Bercinta Pasca Bersalin Bisa Terasa 2 Kali Lipat (Radian Nyi Sukmasari/Nurvita Indarini)











































