Oleh psikolog seksual Zoya Amirin, membangkitkan rangsang seksual dengan memain-mainkan G-string dikategorikan sebagai penyimpangan. Namun selama sifatnya non konsensual atau tanpa paksaan, perilaku ini masih bisa ditoleransi sebagai penyimpangan yang 'normal'.
Baca juga: Senang Pakai G-String dan Celana Dalam Istri Sebelum Bercinta
Kenyataannya, beberapa pria senang melakukannya. Tidak heran jika selama ini, G-string menjadi salah satu model celana dalam yang populer dan paling identik dengan perilaku seksual. Sebagian wanita juga senang mengenakannya agar tampak seksi.
Namun data terbaru di Amerika Serikat menunjukkan popularitas G-String mulai menurun. Survei yang dilakukan NPD Group mengungkap, penjualan G-String tahun ini turun 7 persen dibanding tahun lalu. Sebaliknya, celana dalam 'jadul' yang lebih lebar meningkat 17 persen.
"Kebanyakan pakaian dalam didesain untuk menarik pria. Bagi kami, ini tidak masuk pertimbangan. Pakaian dalam yang Anda pakai benar-benar untuk Anda," kata Julia Baylis dari label Me and You, mengomentari temuan ini.
"Seksi menurut kami adalah apa adanya dan nyaman," katanya kepada The Times, dikutip dari News.com.au, Minggu (31/5/2015).
Apapun model celananya, kenyamanan memang yang utama. Berikutnya, yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihannya. Celana dalam membuat kulit terlalu lembab, sehingga rentan ditumbuhi jamur. Apalagi jika jarang dicuci, malah jadi sumber penularan jamur.
Baca juga: Agar Berfungsi Maksimal, Bra Disarankan Dicuci 10 Hari Sekali
(up/up)











































