Ginekolog di Los Angeles, Steven A. Rabin MD mengatakan khususnya pada wanita, pastinya terdapat perubahan pada sistem reproduksinya seiring bertambahnya usia. Terkait hubungan ranjang, salah satu rutinitas yang bisa berubah yakni lubrikasi vagina.
"Untuk itu, pada pasangan lanjut usia, seks kilat tidak semenyenangkan saat mereka masih jauh lebih muda. Hal ini dikarenakan perlu waktu lebih lama bagi wanita untuk mendapatkan lubrikasi. Padahal, setelah menopause, hormon seks wanita mulai menurun," kata Rabin seperti dikutip dari Prevention pada Jumat (31/7/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Sakit Kepala Bisa Diatasi dengan Bercinta? Ini Kata Dokter
Menanggapi hal ini, Lauren Streicher, MD, ginekolog di Chicago menuturkan baiknya wanita jangan terpengaruh oleh pemikiran seperti itu. Ia menekankan, keinginan untuk tetap tampil muda di ranjang yang terlalu dipaksakan justru bisa menimbulkan tekanan. Yang terjadi, justru hubungan seks terasa tidak menyenangkan.
"Usia bukan halangan bagi Anda untuk tetap bisa menikmati hubungan seks. Gunakan kesempatan yang ada untuk mengeksplorasi berbagai hal termasuk bereksperimen dengan fantasi seks atau gaya seks yang baru. Hanya perlu diingat, lakukan secara perlahan dan nikmatilah sesi tersebut," pesan Streicher.
Studi yang diterbitkan dalam Personality and Individual Differences menemukan bahwa wanita usia 30-an dan awal 40 tahun secara signifikan lebih bergairah dalam berhubungan seks. Pada studi tersebut, diketahui wanita usia 27-45 tahun tidak hanya dilaporkan memiliki fantasi seks yang lebih banyak ketimbang wanita usia 18-26 tahun, tetapi juga memiliki frekuensi bercinta yang lebih sering. (rdn/up)










































