Menurut dr Andri Wanananda, MS dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, ereksi di pagi hari atau morning erection (ME) dengan frekuensi cukup sering merupakan petunjuk seorang pria memiliki kebugaran seksual yang prima.
"Morning erection ini ditentukan oleh kadar hormon testosteron, kebugaran fisik dan psikis, juga akumulasi rangsangan seksual di siang hari yang disimpan di alam sub-sadar (subconsciousness)" ujar dr Andri kepada detikHealth beberapa waktu lalu dan ditulis pada Jumat (8/1/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pertanyaan Ini Bisa Tunjukkan Apakah Anda Kekurangan Testosteron atau Tidak
Selama tidur, tubuh secara bertahap melewati berbagai tahapan. Mulai dari tahap yang disebut sebagai non-REM, sampai tidur nyenyak. Nah, saat Anda memasuki fase tidur REM, Anda tidak hanya bermimpi, tetapi tubuh juga melewati beberapa perubahan fisiologis.
Salah satu perubahan ini melibatkan mematikan sistem saraf atau neurotransmitter dalam upaya untuk mengatur seluruh sistem tubuh, termasuk mengakibatkan munculnya ereksi yang tidak disadari.
Morning erection yang terjadi terlalu sering masih kerap dikhawatirkan oleh sebagian pria. Namun jangan khawatir, kondisi ini justru sebenarnya membantu perbaikan dan mempertahankan fungsi organ intim itu sendiri. Jadi, Anda tak perlu khawatir ya.
Baca juga: Psikolog: Konsumsi Obat Kuat Belum Tentu Baik untuk Kondisi Psikis Pria (ajg/vit)











































