Pakar Pastikan Lebih Sering Bercinta Jadi Kunci Cepat Hamil

Pakar Pastikan Lebih Sering Bercinta Jadi Kunci Cepat Hamil

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 19 Jan 2016 20:01 WIB
Pakar Pastikan Lebih Sering Bercinta Jadi Kunci Cepat Hamil
Foto: thinkstock
Jakarta - Karena tuntutan pekerjaan, sebagian pasangan suami istri harus menjadwalkan sesi bercintanya. Gaya hidup yang sibuk dan melelahkan ikut mengubah prioritas mereka, yaitu seks.

Hal ini dikatakan Dr Geetha Venkat dari Harley Street Fertility Clinic. Menurutnya, kondisi inilah yang kemudian memicu semakin banyaknya pasangan yang sulit mendapatkan keturunan dengan cepat, atau setidaknya kurang dari satu tahun.

Dari survei yang pernah ia lakukan, Dr Venkat mengungkap setiap pasangan subur rata-rata bisa mendapatkan keturunan dalam kurun enam bulan. 92 persen dalam dua tahun dan 93 persen dalam tiga tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, 84 persen pasangan yang bisa hamil dalam kurun satu tahun merupakan mereka yang rutin bercinta. Dr Venkat juga sependapat dengan temuan ini.

Pertama, karena pasangan pada umumnya hanya menjadwalkan sesi bercinta di dekat-dekat masa ovulasi sang istri, yang diklaim sebagai masa subur mereka. Padahal metode ini seringkali tidak akurat, belum lagi kalau ada wanita-wanita yang siklus bulanannya tidak teratur.

"Banyak wanita yang berpikir 12 hari setelah menstruasi adalah masa ovulasinya, lalu berhubungan intim. Padahal bisa saja ia baru ovulasi 25 hari setelahnya karena mungkin siklusnya lebih panjang. Otomatis mereka kehilangan peluang," jelas Dr Venkat seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (19/1/2016).

Baca juga: Ingin Hamil Kembar? Perhatikan Dulu Risiko-risikonya

Lalu idealnya harus berapa kali? Dr Venkat menyarankan agar pasutri berhubungan sebanyak tiga kali dalam sepekan. "Kalau bercinta cuma tiga kali sebulan, bisa saja harinya tidak tepat dan mereka kehilangan kesempatan lagi," katanya.

Lagipula, para suami yang sering bercinta dengan istrinya mempunyai suplai sperma yang berlimpah di dalam rahim sang istri. Di samping itu, semakin banyak berhubungan, kualitas sperma yang dimiliki pria juga semakin baik. Dan semakin bagus kualitasnya, maka sel ini mampu menembus serviks.

"Jika seksnya rutin, sperma yang jelek akan dibuang dan diganti dengan sperma-sperma baru yang kualitasnya lebih bagus tadi," terang Dr Venkat.

Catatan untuk pasangan yang sudah menerapkan metode ini namun tetap tidak hamil juga dan kebetulan berumur di atas 35 tahun. Dr Venkat menyarankan ada baiknya segera menemui dokter spesialis untuk mengetahui apakah ada gangguan kesuburan tertentu ataupun tidak.
 
Baca juga: Tinggal Dekat Jalan Raya Tingkatkan Risiko Infertilitas bagi Wanita (lll/vit)

Berita Terkait