ADVERTISEMENT

Selasa, 09 Feb 2016 16:45 WIB

Usia Makin Tua, Pria Makin Banyak Menghasilkan Sperma 'Mutan'

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Di dalam testis seorang pria terdapat jutaan bibit sperma bernama spermatogonium yang memastikan bahwa suplai sperma di air mani selalu tersedia. Namun studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Oxford, Inggris, menemukan bahwa bibit-bibit tersebut dapat terkena tumor.

Studi yang dipublikasi di jurnal National Academy of Sciences menganalisa 14 testis yang diambil dari pria berusia 30 sampai 90 tahun. Testis-testis tersebut masih bisa dianggap sehat namun diangkat karena ada kondisi tertentu.

Salah satu peneliti dari University of Oxford, Profesor Andrew Wilkie, mengatakan pada testis pria berusia tua lebih umum ditemukan untaian deoxyribonucleic acid (DNA) yang rusak. Area-area rusak tersebut berkaitan dengan malformasi (kecacatan), risiko kanker, dan juga memiliki peran dalam reproduksi.

Baca juga: Usia Wanita Punya Anak Pertama Berkaitan dengan Kondisi Kesehatannya Kelak

"Mutasi yang terjadi di area testis ini punya keuntungan yang lebih dibandingkan tetangganya. Bila sperma yang memiliki mutasi membuahi sel telur, maka kerusakan tersebut dapat berpindah dan menyebabkan penyakit," kata Wilkie seperti dikutip dari BBC pada Selasa (9/2/2016).

Secara statistik seorang pria yang melewati usia 50 tahun berkemungkinan 5 berbanding 200 untuk memiliki anak cacat karena mutasi yang terjadi pada spermanya. Oleh karena itu ahli menyarankan bahwa baik pria dan wanita jangan menunggu terlalu lama untuk memiliki anak.

Rentang usia 20 sampai 30 tahun adalah usia ideal yang disarankan.

"Ini adalah pengingat yang baik bahwa pria tak sepenuhnya kebal terhadap penuaan fungsi reproduktif," pungkas Allan Pacey, ahli andrologi dari University of Sheffield ketika mengomentari studi.

Baca juga: Studi: 20-30 Tahun, Usia Terbaik Bagi Wanita Untuk Hamil (fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT