Menurut Tobias Kohler, MD, MPH, associate professor dan residen direktur program divisi urologi di Southern Illinois University's School of Medicine, ereksi malam hari menjadi salah satu indikator penting bagaimana organ reproduksi pria berfungsi. Bahkan, Kohler mengatakan pria yang kebugaran seksualnya baik setidaknya mengalami tiga sampai lima kali ereksi di malam hari.
"Meski di malam hari Anda tidak tahu mengalami ereksi atau tidak, tapi secara konsisten, ereksi saat Anda tidur mengindikasikan darah bisa mengalir ke penis dengan normal. Dan ini akan berpengaruh pada ereksi pagi hari setelahnya," terang Kohler, dikutip dari Men's Health, Jumat (26/2/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bukan Cuma Lelaki, Perempuan Juga Bisa Alami 'Ereksi' Tanpa Henti
Peregangan jarinag di penis menurut Kohler juga penting karena jika jaringan penis terus-menerus dalam kondisi tegang dan tidak meregang, lama-kelamaan panjang penis saat ereksi bisa berkurang. Pada dasarnya, ereksi pagi hari terjadi karena di siang hari otak melepaskan zat kimia noradrenalin yang menghambat ereksi. Saat pria tidur, hormon tersebut akan dikeluarkan lebih sedikit.
"Sehingga ketika malam hari wajar jika Anda mengalami ereksi. Namun, jika Anda tidak mengalami ereksi di pagi hari maupun malam hari selama berbulan-bulan, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk memastikan apakah ada masalah yang lain seperti depresi, kekurangan testosteron, stres kronis, atau penyakit penyerta lain," kata Kohler memberi saran.
Sebaliknya, ketika Anda sesekali kesulitan ereksi saat akan bercinta, tapi penis masih bisa ereksi di pagi atau malam hari, kondisi itu hanya akibat cemas atau depresi saja. Kohler mengatakan, dengan mengelola stres, sulit ereksi yang dialami dapat teratasi.
Baca juga: Coba Cara Ini Agar Terhindar dari Ereksi Terus-menerus yang Menyakitkan
(rdn/up)











































