Menurut dr Virginia Beckett, juru bicara Royal College of Obstettricians and Gynaecologists, yang terjadi bisa saja wanita mungkin cenderung lebih tidak mungkin hamil saat sedang berada di periode haid. Sebab, ada waktu tertentu dalam siklus haid di mana wanita lebih subur.
"Dan ini tidak cenderung bertepatan dengan tanggal haid Anda. Masa paling subur wanita biasanya di antara hari ke-12 dan 16 siklus haid. Sementara, hari haid pertama berada di awal siklus dan akan selesai di hari ke-6. Jadi, ketika wanita bercinta tanpa memakai kontrasepsi, kemungkinan hamil tetap ada meski ia sedang haid. Dengan kata lain, bercinta saat istri haid belum tentu istri terbebas dari risko hamil," tutur dr Beckett.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada Metro, dr Beckett menyarankan jika ingin menghindari kehamilan, pakailah selalu alat kontrasepsi, bukan dengan mengandalkan berhubungan intim saat istri haid. Lagipula, terdapat berbagai risiko kesehatan yang bisa dialami wanita jika nekat bercinta saat haid.
Baca juga: Haid Tidak Teratur Tanda Gangguan Kesuburan?
Beberapa waktu lalu, dr Ardiansjah Dara SpOG mengatakan berhubungan intim saat istri tengah haid dapat berdampak pada nyeri perut dan endometriosis. Alasannya, bukan tidak mungkin berhubungan intim saat menstruasi dapat mengakibatkan darah menstruasi masuk kembali ke dalam rahim.
"Akibatnya, darah menstruasi yang seharusnya mengalir keluar tubuh masuk kembali karena adanya dorongan saat berhubungan intim. Kalau darah mens yang harusnya keluar dari rahim malah didorong masuk lagi, nantinya darah menggumpal di rahim. Hal itu bisa menyebabkan endometriosis," ujar dr Dara.
Sementara, pengamat kesehatan seksual dari Universitas Tarumanagara, dr Andri Wanananda MS menjelaskan saat sedang haid, pembuluh darah dinding vagina terbuka, hingga bisa terjadi emboli (gelembung udara) akibat gerakan penis ketika penetrasi vagina. Ketika terbawa oleh aliran darah, gelembung tersebut bisa memicu penyumbatan pembuluh darah.
"Dampaknya bisa fatal jika pembuluh darah tersebut menuju ke organ penting seperti jantung dan paru-paru, sebab kegagalan fungsi pada organ tersebut bisa memicu kematian. Emboli ini bila terbawa aliran darah bisa menyumbat pembuluh darah jantung (arteri coronaria), hingga memicu serangan jantung mendadak," kata dr Andri.
Baca juga: Gejala Tak Pasti, Diagnosis Endometriosis di Fase Awal Jadi Tantangan (rdn/vit)











































