Padahal, jika tidak ada komplikasi kehamilan atau tidak ada riwayat serta risiko melahirkan prematur, bercinta di trimester akhir kehamilan hampir 100 persen aman. Demikian disampaikan Iffath Hoskins, MD, Direktur Eksekutif Institute for Women's Health di Memorial Health University Medical Center, Savannah.
"Jika Anda merasa nyaman dengan posisi bercinta tertentu, maka bayi Anda juga merasakan hal yang sama. Ingatlah bahwa di kandungan, bayi terlindung oleh cairan ketuban sehingga ia aman dari goncangan. Begitu juga lendir di mulut rahim akan menghalau organisme yang tak diinginkan sehingga risiko infeksi bisa dihindari," tutur Hoskins, dikutip dari Parents.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Faktor Utama yang Bikin Kualitas Bercinta Pasutri Turun Usai Punya Anak
"Tapi tanpa disadari, nanti setelah punya anak, Anda akan merasakan hal yang berbeda ketika berhubungan intim. Sebab, keintiman sebagai pasutri pastinya akan bertambah ketika ada si kecil nantinya," kata Hoskins.
Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, pengamat kesehatan seksual dr Andri Wanananda MS menegaskan memang tidak masalah pasutri bercinta saat istri memasuki trimester akhir kehamilan. Tapi, dengan syarat posisi hubungan intim tidak boleh sampai menekan perut dan kandungan istri. Lantas, benarkah jika sering bercinta berkaitan dengan persalinan yang lebih mudah?
"Memang ada beberapa laporan ilmiah yang menyebutkan kontraksi saat orgasme punya kontribusi pada lancarnya persalinan normal kelak. Namun ingat, bagi wanita yang pernah mengalami keguguran, patut dihindari berhubungan intim saat hamil trimester pertama atau selama 4 bulan pertama," tutur dr Andri. (rdn/vit)











































