Inovasi baru pun dibuat untuk membantu mereka yang mengalami masalah ereksi ini. Adalah tim dari divisi urologi University of Wisconsin-Madison yang mengembangkan implan untuk Mr P versi baru.
Menurut Dr Brian Le, salah satu peneliti, alasan mengembalikan fungsi seksual pada pria lansia atau terkena kanker sama halnya dengan ketika wanita memilih melakukan rekonstruksi payudara setelah organnya ini diangkat karena kanker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya untuk bisa merasakan manfaat implan ini, tim dokter tinggal membuat irisan kecil di dasar Mr P agar dapat memasukkan gulungan logam itu.
Baca juga: Penis Bionik Bukan Barang Langka, Ribuan Pria di Inggris Memakainya
Lantas apa yang membedakan implan Mr P ini dengan implan sejenis? Menurut peneliti, implan yang terbuat dari logam khusus bernama Nitinol (campuran nikel dan titanium) itu mampu memanjang dan menyusut di suhu-suhu tertentu.
Artinya bila suhu tubuh biasa saja, maka penis juga tidak akan 'menegang' dengan sendirinya, seperti halnya bila menggunakan alat bantu lainnya. Sebab implan ini hanya merespons suhu tertentu, terutama suhu tinggi.
Bila terkena panas, penis akan langsung ereksi, semisal dari air panas. Sebaliknya, untuk meredam kinerja si implan, pemakai tinggal meletakkan handuk basah di sekitar kemaluan.
Hanya saja peneliti mengatakan ini berarti efek samping dari penggunaan implan tersebut adalah penggunanya bisa saja mengalami ereksi tiap kali mandi. Hal ini juga diakui Le. Untuk itu peneliti sedang mencari teknologi terbaik untuk memicu panas pada gulungan tersebut, tanpa perlu mempengaruhi lingkungan di sekitarnya.
Bila metode pemanasnya sudah ditemukan, ada kemungkinan implan ini akan siap diperkenalkan dalam kurun 5-10 tahun ke depan.
"Kelak ini akan jadi terobosan baru untuk mereka yang benar-benar tak bisa berdampak dengan Viagra. Dengan begitu mereka bisa tetap bertahan dengan kondisinya tetapi kualitas hidupnya juga terjamin," tutup Le.
Baca juga: Pada Pasien Impotensi Parah, Implan Ini Diklaim Bantu 'Bangunkan' Mr P
(lll/vit)











































