Hal tersebut bisa dimengerti karena memang menurut survei yang dipublikasi di British Journal of Obstetrics and Gynaecology satu dari 10 wanita bisa alami kesakitan saat bercinta. Namun demikian bukan berarti bercinta adalah sesuatu yang harus dilewatkan seperti kata ahli kandungan Eddie Morris dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists.
Baca juga: 5 Cara Agar Orgasme Bertahan Lebih Lama
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Coba terbuka (dengan pasangan -red) dan bicarakan soal seks pelan-pelan. Keintiman yang terbangun akan membantu," lanjut Eddie.
Kuncinya dari saling berbicara mengenai seks menurut Eddie adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri. Beritahu apa saja yang diharapkan pada satu sama lain sehingga dengan begitu ekspektasi saat bercinta bisa sama.
"Jika rasa sakit ketika bercinta hanya terjadi beberapa kali saja maka itu bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Terutama bila seiring berjalannya waktu terasa ada perbaikan," kata Eddie.
Jika rasa sakit terus muncul dan terjadi setiap kali bercinta, maka Eddie menyarankan agar menemui dokter untuk mencari tahu penyebabnya. Bisa jadi ada kondisi medis tertentu yang memang jadi pemicu rasa sakit.
Baca juga: Kenali, Berbagai Kondisi yang Bisa Bikin Wanita Kesakitan Saat Bercinta
Pengamat kesehatan seksual dr Andri Wanananda beberapa waktu lalu menjelaskan hubungan intim adalah suatu proses yang bertahap. Kegiatan diawali dengan munculnya libido (gairah seksual), foreplay, excitement (rangsangan seksual yang memuncak), ejakulasi dan orgasme, diakhiri dengan relaksasi.
"Jelasnya, bila salah satu tahap dilampaui atau tidak dilakukan dengan tepat, akan membuat ML tidak memuaskan dan tidak nyaman," uja dr Andri.
Foreplay adalah tahap awal yang penting dalam bercinta. Tujuan foreplay agar terjadi lubrikasi atau pelendiran vagina secara optimal. Ketika rongga vagina basah maka tidak akan membuatnya nyeri saat penetrasi Mr P ke dalam vagina. (fds/vit)











































