Parkinson sendiri merupakan kondisi otak progresif yang menyebabkan tremor, masalah motorik, dan keseimbangan atau koordinasi terganggu.
Seperti dilansir dari Men's Health, dalam studi tersebut, peneliti melacak lebih dari 3.000 pria yang baru saja didiagnosis menderita disfungsi ereksi (DE) dan lebih dari 12.000 pria sehat untuk dijadikan kelompok kontrol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ketika Disfungsi Ereksi Bukan Sekadar Masalah Kesehatan Seksual
Pria dengan diabetes dan disfungsi ereksi hampir tiga kali lebih mungkin didiagnosis menderita parkinson. Sementara mereka yang memiliki hipertensi atau tekanan darah tinggi dan disfungsi ereksi memiliki lebih dari dua kali lipat berisiko Parkinson dibandingkan dengan pria sehat.
Jadi apa yang terjadi? Fungsi ereksi dikendalikan oleh sistem saraf otonom yang bertanggung jawab untuk memberitahu pembuluh darah agar membesar saat terangsang dan membuat penis ereksi. Disfungsi pada proses tersebut bisa menghambat kemampuan untuk ereksi. Nah disfungsi juga sering ada pada parkinson.
Testosteron rendah mungkin berperan juga, sebab kadar testosteron yang rendah sering terjadi pada pasien Parkinson, maka itu butuh hormon yang cukup untuk fungsi ereksi yang tepat.
Intinya, masalah di ranjang adalah masalah yang tidak bisa diabaikan. Sebab hal itu bisa mengisyaratkan masalah kesehatan, apakah itu risiko penyakit jantung atau parkinson.
Baca juga: Terbukti, Jalan Kaki Bisa Perbaiki Disfungsi Ereksi
(hrn/up)











































