"Agar tidak ejakulasi dini, jangan cepat-cepat penetrasi penis ke dalam vagina," ujar pakar kesehatan seksual yang juga pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta, dr Andri Wanananda MS.
dr Andri menganjurkan agar pasangan melakukan foreplay berupa sentuhan, rabaan secara manual atau oral pada zona erotika tubuh istri. Bila istri sudah menghampiri klimaks (orgasme) barulah lakukan penetrasi penis ke dalam vagina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alternatif lain, sejak awal foreplay mengonsumi obat erektogenik, antara lain obat golongan Sildenafil, Tandalafil yang diminum 30 menit menjelang hubungan intim," kata dr Andri.
"Dengan catatan, obat ini boleh dikomsumsi bila Anda tidak minum obat jantung, yaitu isorbide-dinitrat," tambah dr Andri.
Menurut dr Andri ejakulasi dini bisa dibagi menjadi 3 jenis, yakni berat: sebelum penis menyentuh vagina ejakulasi sudah terjadi, menengah: penis ejakulasi saat menyentuh bibir vagina dan ringan: penis masih mampu melakukan penetrasi ke dalam vagina disertai beberapa gerakan singkat sebelum ejakulasi.
Baca juga: Hanya Butuh 3 Cara Ini untuk Atasi Ejakulasi Dini (hrn/fds)











































