Sabtu, 09 Feb 2019 19:11 WIB

Pasangan Mengajak Threesome, Harus Bagaimana?

Ayunda Septiani - detikHealth
Sah-sah saja punya fantasi seksual, tetapi untuk mewujudkannya tentu tidak bisa sembarangan. Foto: iStock Sah-sah saja punya fantasi seksual, tetapi untuk mewujudkannya tentu tidak bisa sembarangan. Foto: iStock
Jakarta - Sah-sah saja punya fantasi seksual, selama masih tersimpan di dalam kepala. Tetapi ketika diwujudkan, maka ada fantasi tertentu yang bisa saja merugikan orang lain.

Seperti yang terjadi di Jakarta Selatan baru-baru ini. Sepasang suami istri mengajak anak tiri, yang masih di bawah umur, untuk melakukan threesome alias melakukan sesi bercinta dengan tiga orang sekaligus. Sang anak mendapat iming-iming uang sebagai imbalan.

Di mata seksolog, kasus ini bukan semata-mata gangguan seksual. Pemaksaan yang terjadi dalam kasus tersebut, bagaimanapun tidak bisa dibenarkan. Terlebih melibatkan anak di bawah umur.

"Jadi kita tidak bisa mengatakan itu sebagai gangguan. Kita kan nggak tahu bagaimana sampai terjadi kasus seperti itu kecuali ada kasus pemaksaan, Kalau diiming-imingi uang dan hp kan itu salah satu bentuk rayuan. seolah-olah memaksa dalam arti ada imbalan, itu sudah termasuk dalam kategori nggak benar," kata dr Heru Oentoeng, SpAnd, seksolog dari RS Siloam.



Untuk menyebutnya sebagai kelainan, tentu harus dipastikan lewat pemeriksaan. Tetapi yang bisa dipastikan, hubungan seks yang sehat seharusnya tidak dilakukan dengan paksaan.

"Kalau misal pihak ketiga setuju ya sah-sah aja dilakukan. Ya suka-suka aja istilahnya. Tetapi kita nggak ngomong normal atau tidak. Tadi kita tidak menghakimi itu suatu gangguan atau tidak pada dirinya," ujar dr Heru saat dihubungi detikHealth. Jumat (8/2/2019).

(up/up)
News Feed