Senin, 22 Apr 2019 16:45 WIB

Masturbasi Itu Sehat Nggak Sih? Ini 5 Fakta yang Kamu Perlu Tahu

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Masturbasu termasuk topik yang tabu untuk dibicarakan (Foto: iStock) Masturbasu termasuk topik yang tabu untuk dibicarakan (Foto: iStock)
Jakarta - Masturbasi atau onani tidak hanya dilakukan oleh kaum adam, tetapi juga kaum hawa. Kontroversial karena banyak yang menganggapnya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi tak sedikit pula yang menyoroti dampak negatifnya.

Dari segi medis, sejumlah pakar tidak melarang melakukan masturbasi selama dilakukan dalam batas wajar dan higienis. Aktivitas seksual satu ini memang jarang dibicarakan oleh orang semata-mata karena terbentur tabu.

Karena jarang dibicarakan, banyak orang yang sering mengira-ngira tentang manfaat dan fakta dari masturbasi. Biar nggak salah lagi, berikut fakta seputar masturbasi dan dampaknya bagi kesehatan dikutip detikHealth dari berbagai sumber.



1. Mendapatkan dosis dopamin, endorfin, dan oksitosin yang sehat

Menurut penelitian Universitas Michigan tahun 2009, masturbasi membuat tubuh melepaskan hormon dopamin, endorfin dan oksitosin, yang seringkali disebut hormon "cinta".

Dorongan hormon ini dapat menurunkan kortisol, hormon stres utama. Peningkatan kadar kortisol secara kronis menyebabkan peradangan, pemakan stres, insomnia, dan resistensi penurunan berat badan.

2. Membantu memenuhi kebutuhan seksual

Masturbasi dapat membantu pria dan wanita mengetahui kebutuhannya selama berhubungan seksual. Dengan hal ini, pria dan wanita bisa mendapatkan kepuasan seksual.

Terapis seks Ian Kerner kembali menekankan masturbasi adalah aktivitas yang sehat. Dia justru mengkhawatirkan pria yang berhenti masturbasi. Menurutnya, berhenti masturbasi meningkatkan risiko mengalami kegelisahan dan gangguan jantung.



3. Pada wanita, mengurangi kekeringan vagina

Individu yang memilih untuk tidak melakukan hubungan seks atau yang saat ini tidak memiliki pasangan seksual mungkin sering melakukan masturbasi.

Masturbasi juga memiliki manfaat kesehatan seksual khusus untuk wanita yang lebih tua, seperti berkurangnya kekeringan pada vagina dan berkurangnya rasa sakit saat berhubungan seks.

4. Mencegah penularan infeksi saluran kelamin

Masturbasi merupakan salah satu aktivitas seksual yang tidak melibatkan kontak kelamin. Oleh karenanya, terhindar dari risiko penularan berbagai jenis infeksi menular seksual (IMS) dan HIV (Human Imunodeficiency Virus). Masturbasi juga bebas dari risiko kehamilan yang tidak diharapkan.

5. Tetap punya efek samping

Banyak yang mengira melakukan masturbasi tidak akan menimbulkan efek samping karena tidak akan menyebabkan infeksi menular seksual atau penyakit kelamin lainnya.

Padahal, terlalu sering masturbasi bisa menyebabkan iritas kulit. Bagian yang tertekuk paksa saat ereksi bisa mengalami kerusakan yang disebut fraktur penis. Kerusakan ini terjadi pada bagian yang terisi penuh darah.

Penis yang mengalami fraktur menjadi bengkak dan keunguan seperti terong. Pria yang mengalami fraktur penis harus menjalani operasi.

(kna/up)
News Feed