Selasa, 30 Apr 2019 18:55 WIB

Ketika Seorang Pria Menjalani Amputasi Mr P, Begini Prosedurnya

Firdaus Anwar - detikHealth
Operasi amputasi penis dilakukan bisa karena penyakit atau kecelakaan. (Foto: Thinkstock) Operasi amputasi penis dilakukan bisa karena penyakit atau kecelakaan. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Presiden Brasil Jair Bolsonaro menyebut lebih dari 1.000 pria tiap tahun harus menjalani amputasi penis. Menurut Jair hal ini terjadi akibat terbatasnya akses air dan sabun hingga berujung pada kebiasaan warga yang kurang higienis.

"Di Brasil, kami ada 1.000 kasus amputasi penis akibat kurangnya air bersih dan sabun," kata Jair seperti dikutip dari Reuters, Selasa (30/4).

Amputasi penis sendiri dalam dunia medis dikenal sebagai penektomi. Biasanya hal ini dilakukan pada beberapa kondisi mulai dari penyakit seperti kanker penis, infeksi, hingga karena kecelakaan.


Dikutip dari Healthline penektomi dapat dilakukan dengan berbagai teknik. Bisa hanya sebagian penis saja yang diamputasi atau malah seluruhnya tergantung kondisi.

Pada kasus kanker penis misalnya American Cancer Society menyebut amputasi sebagian akan dilakukan dengan hanya memotong ujung penis yang terpengaruh kanker dan menyisakan beberapa sentimeter batangnya. Dengan prosedur ini seorang pria masih bisa kencing berdiri tanpa khawatir harus menetes-netes.

Namun apabila kanker sudah menjalar terlalu dalam maka amputasi total akan dilakukan dengan cara dokter bedah membuang seluruh bagian penis dari ujung kepala hingga dasarnya.

"Dokter lalu akan membuat lubang saluran baru untuk urine dari perineum, yaitu area antara buah zakar dan anus. Prosedur ini disebut perineal urethrostomy," tulis American Cancer Society.

Pada beberapa kasus langka kadang buah zakar juga diangkat bersama penis akibat tumor yang sudah menjalar luas. Pria yang menjalani prosedur ini disebut mungkin perlu mengonsumsi suplemen testosteron seumur hidup karena tubuhnya tidak lagi memiliki zakar, pabrik penghasil hormon tersebut.

(fds/up)
News Feed