Sabtu, 31 Agu 2019 19:00 WIB

Benarkah Pria Botak Lebih Memuaskan dalam Urusan Ranjang?

Michelle Natasya - detikHealth
Kebotakan pada pria sering kali dihubungkan dengan hormon testosteron yang tinggi. (Foto: iStock) Kebotakan pada pria sering kali dihubungkan dengan hormon testosteron yang tinggi. (Foto: iStock)
Jakarta - Testosteron dikenal sebagai hormon laki-laki. Hormon ini biasanya diidentikan dengan kejantanan dan tebal tipis rambut di tubuh.

Kebotakan pada pria sering kali dihubungkan dengan hormon testosteron yang tinggi. Lantas apakah benar pria botak berarti memiliki performa seksual yang lebih memuaskan?

Dr. Marie Valentine SpBP, dokter spesialis bedah plastik di RSKB Bina Estetika, menjelaskan bahwa kebotakan pada pria terjadi akibat ketidakseimbangan hormon dehidrotestosteron (DHT) atau reseptor DHT yang berlebih di folikel rambut. Ini selanjutnya menjadikan folikel rambut mengecil dan membuat rambut rontok.

"Testosteron memang hormon yang normal pada pria. Tapi yang buat kebotakan itu senyawa yang sudah diaktifkan oleh enzim dan diubah jadi dehidrotestosteron," terang dokter Valentine saat ditemui detikHealth, Sabtu (31/8/2019).


Oleh karena itu, menurut dokter Valentine kebotakan tidak mempengaruhi performa seksual seorang pria.

"Jadi gak ada hubungannya kebotakan dengan performa seksual seorang pria," tegasnya.

Dikutip dari bbc.com, bukan jumlah testosteron yang beredar dalam aliran darah yang menentukan kebotakan, tetapi genetika. Selaras dengan hal ini, dokter Valentine juga mengatakan bahwa faktor genetik lah yang paling utama mempengaruhi faktor hormonal sehingga pria bisa mengalami kebotakan.

"Faktor utama itu genetik ya, jadi kalau orang tua botak biasa anaknya lebih mudah mengalami kebotakan. Pola hidup dan pola makan, serta stress yang tinggi diduga menjadi faktor pemicu kebotakan lebih dini. Aktivitas yang kurang juga makin cepat mengalami kebotakan," kata dokter Valentine.



Simak Video "Begini Atasi Pertanyaan "Kapan Nikah?" "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)