Minggu, 03 Nov 2019 16:09 WIB

Penasaran? Mungkin Ini Sebabnya Rambut Kemaluan Tidak Pernah Lurus

Nurul Khotimah - detikHealth
Rambut pubis tidak pernah ada habisnya diperbincangkan (Foto: thinkstock) Rambut pubis tidak pernah ada habisnya diperbincangkan (Foto: thinkstock)
Jakarta - Tak pernah ada habisnya memperbincangkan rambut pubis atau rambut kemaluan. Mulai dari panjang atau pendek, dicukur atau dibiarkan, hingga mengenai teksturnya. Tekstur rambut kemaluan berbeda dengan tekstur rambut di bagian tubuh lainnya. Jika dibiarkan tumbuh subur, cenderung lebih tebal dan tidak pernah lurus.

Sejauh ini belum ada penelitian yang dapat membuktikan secara ilmiah mengapa rambut kemaluan bisa keriting. Namun beberapa ahli dapat memperkirakan secara ilmiah mengapa rambut kemaluan berbeda dengan rambut bagian lainnya.

Dikutip dari Men's Health, Marc Glashofer, seorang ahli dermatologi dari American Academy of Dermatology, mengklaim bahwa tekstur rambut kemaluan cenderung lebih tebal dan lebih kasar daripada rambut di bagian tubuh kita karena asalnya sebagai penyangga saat hubungan intim.

"Ini mencegah gesekan selama hubungan intim yang dapat menyebabkan abrasi dan ruam kulit, lebih penting lagi rambut keamluan berfungsi sebagai perlindungan terhadap bakteri dan pathogen lainnya," tambah Glashofer.



Mengenai bentuknya yang keriting, Brian Steixner, MD, Direktur Institute of Men's Health di Jersey Urology Group di Atlantic City, menduga itu karena rambut keriting melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menjebak feromon yang dikeluarkan dari kelenjar keringat di sekitar area selangkangan.

Dengan begitu, bentuk rambut kemaluan yang keriting dapat diasumsikan untuk melindungi area kemaluan agar tidak terjadi iritasi. Maka tekstur rambut yang lebih tebal dan cenderung keriting bukan karena seseorang memiliki rambut kepala lurus atau keriting juga.



Simak Video "Malu Punya Kulit Kering? Ini Solusinya!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)