Senin, 06 Jan 2020 16:39 WIB

Dear Kaum Pria, Perbaiki Diet Sekarang Jika Masih Sayang Sperma!

Nurul Khotimah - detikHealth
Pergerakan sperma harus lincah agar bisa menembus sel telur saat pembuahan (Foto: iStock) Pergerakan sperma harus lincah agar bisa menembus sel telur saat pembuahan (Foto: iStock)
Jakarta - Sebuah penelitian menunjukan kualitas sperma seseorang dapat dipengaruhi oleh pola diet. Penelitian dilakukan oleh para peneliti di Universitas Linköping di Swedia dengan mengamati 15 pria muda yang sehat dan tidak merokok yang berusia 20-27 tahun dengan indeks massa tubuh (IMT) normal selama dua minggu.

Selama minggu pertama partisipan diberikan makanan diet tinggi sereal, roti, kentang, buah dan sayur, serta makanan rendah lemak. Selain itu mereka juga direkomendasikan untuk konsumsi susu, daging, ikan, telur dan kacang dalam porsi sedang.

Pada minggu kedua, partisipan justru mengonsumsi sejumlah besar gula di samping makanan pokoknya sebesar 375 gram gula per hari. Ini setara dengan sekitar 3,5 liter soda atau 450 gram permen.

Hasil temuan yang dipublikasikan secara online di PLOS Biology, menunjukan sepertiga partisipan memiliki motilitas sperma yang rendah (kemampuan sperma untuk bergerak dan memengaruhi kualitas sperma) pada minggu pertama. Sedang, pada minggu kedua tim menemukan motilitas sperma pesertanya kembali normal.

"Kami melihat bahwa diet mempengaruhi motilitas sperma dan kami dapat menghubungkan perubahan dengan molekul spesifik di dalamnya. Penelitian kami telah mengungkapkan efek cepat yang terlihat setelah satu hingga dua minggu," kata kepala penelitian Anita Ost, dikutip dari The Star, Senin (6/1/2020).



Para peneliti mengungkapkan bahwa meski sulit untuk menentukan motilitas sperma ini disebabkan oleh diet sehat atau asupan gula tinggi, kemungkinan ini terkait akibat langsung dari diet sehat. Dengan kata lain dapat dikatakan motilitas sperma dapat diubah dalam waktu singkat.

"Tapi kita tidak bisa mengatakan apakah itu gula yang menyebabkan efek, karena itu mungkin merupakan komponen dari diet sehat dasar yang memiliki efek positif pada sperma," kata Ost.

Meski begitu, bukan berarti gula dapat meningkatkan kualitas sperma. Karena beberapa faktor penurunan kualitas sperma diakibatkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. Seperti orang dengan obesitas dan diabetes memiliki risiko penurunan kualitas sperma yang buruk.



Simak Video "Penjelasan Ahli Soal Dugaan Ekshibisionisme Pelaku Pelempar Sperma"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)