Senin, 17 Feb 2020 20:00 WIB

Pemuda di Sulsel Curi Bra dan 'CD' Emak-emak, Ilmu Hitam atau Fetish?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Woman in underwear store indoors horizontal shot. Pencurian pakaian dalam kerap dikaitkan dengan fetishme (Foto: Dok. iStock)
Jakarta -

Andre Pahlevei (20) diserahkan ke polisi akibat kedapatan mencuri bra berserta celana dalam (CD) milik emak-emak di Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Dia mencuri di rumah ibu HF. Si pelaku ini lewat pintu belakang, dia congkel. Tapi saat pelaku sedang mengacak-acak isi lemari, kakaknya ibu HF ini masuk ke rumah lewat pintu depan jadi di situlah dia tertangkap," ujar Kapolsek Wara Utara Polres Palopo, Iptu Patobun saat dihubungi wartawan, Senin (17/2/2020).

Menurut polisi, hal ini dilakukannya untuk keperluan ilmu hitam yang didalami pelaku. Namun dalam banyak kasus, pencurian pakaian dalam perempuan kerap dikaitkan juga dengan perilaku seks menyimpang, yakni fetishme.

Dikutip dari Medical Daily, sebuah penelitian Jepang yang dipublikasikan di BMJ Journal menyebut fetish sebagai penyakit yang ditandai oleh gairah seksual yang disebabkan oleh benda mati, seringnya terhadap celana dalam, bra, atau sepatu wanita.

Penelitian ini dilakukan pada seorang pria berusia 24 tahun yang tertangkap mencuri pakaian dalam wanita.

"Pasien telah mencuri pakaian dalam wanita pada beberapa kesempatan sejak usia 11 tahun, meskipun ia tidak tertarik pada pakaian dalam milik ibu, saudara perempuan, dan pacar," kata peneliti utama, Koji Masuda.

Para peneliti pun menggunakan pemindaian Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) dari otak pria tersebut untuk mengetahui apakah ada penjelasan biologis atas tindakannya mencuri pakaian dalam.

Hasil pemindaian mengungkapkan bahwa kondisi otak pria tersebut sedikit kurang normal dan aliran darah pada otaknya menurun di lobus temporal oksipital.

Namun para ahli tidak begitu yakin apakah penurunan darah ini ada hubungannya dengan kelainan yang dialami oleh pria tersebut.

Sementara itu dikutip dari Psychology Today, para ahli sepakat bahwa orang dengan fetish seperti ini bisa disebabkan karena adanya suatu insiden di dalam hidupnya dan hanya membutuhkan perawatan untuk proses penyembuhan.



Simak Video "Dinilai Terbaik Tangani Corona, Apa yang Bisa Dipelajari dari Taiwan?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)