Sabtu, 04 Apr 2020 21:25 WIB

Hati-Hati! Seks Oral Juga Punya Risiko, Ini 3 di Antaranya

Ayunda Septiani - detikHealth
Beautiful young couple in love dating outdoors and smiling Seks oral juga punya risiko (Foto: iStock)
Jakarta -

Bagi sebagian pasangan, seks oral mungkin menjadi aktivitas yang menyenangkan. Namun praktik ini mengandung sejumlah risiko serius.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebut antara tahun 2006 hingga 2008 hampir separuh dari orang dewasa di AS telah melakukan seks oral.

CDC mengatakan, bagi sebagian besar orang Amerika seks oral sudah menjadi hal yang sangat umum. Untuk memahami bagaimana seks oral fellatio mempengaruhi tubuh, kenali risikonya dalam paparan berikut ini dikutip dari WebMD.

1. Memicu kanker tenggorokan

Seorang pejabat dari American Cancer Society memperingatkan bahwa aktivitas seksual semacam ini dapat meningkatkan risiko tertular human papillomavirus (HPV) di antara wanita. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kanker orofaring dan amandel.

Dalam sebuah penelitian tahun 2007, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang melakukan seks oral dengan enam atau lebih pasangan memiliki risiko 340 persen lebih tinggi mengidap kanker tenggorokan dibandingkan dengan mereka yang memiliki lebih sedikit pasangan. Pria juga berisiko mengalami infeksi HPV di tenggorokan.

2. Penyakit menular seksual

Beberapa penyakit menular seksual (PMS) dapat ditransfer dari satu orang ke orang lain melalui seks oral. Ini termasuk HIV, herpes, sifilis, gonore dan virus hepatitis.

Para ahli mengingatkan, memiliki banyak pasangan seks menambah risiko terinfeksi penyakit kelamin. Perlindungan penghalang, seperti kondom, dapat mengurangi risiko terkena PMS.

3. Memicu stres

Terapis seks Louanne Cole Weston, dari Fair Oaks, California mengatakan, seks oral bisa menyebabkan stres bagi sejumlah pasangan. Dia mengatakan beberapa orang cenderung berpikir berlebihan ketika mereka melakukan seks oral.

Dalam beberapa kasus, orang juga menjadi tidak percaya diri, takut jika mereka tak cukup baik dalam menyenangkan pasangan.

"Ada orang tidak akan mau menerimanya karena dia khawatir tentang reaksi pasangannya. Beberapa orang tidak bisa begitu saja melepaskan dan menerima kegiatan ini." kata Weston.

Jadi saat kamu melihat perubahan yang tidak biasa di tenggorokan atau mulut yang mungkin terkait dengan seks oral, segera cari bantuan dari profesional medis.



Simak Video "Dokter Boyke Sayangkan Kurangnya Pendidikan Seks untuk Milenial"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)