Rabu, 22 Apr 2020 19:30 WIB

Dilarang Dekat-dekat Saat Wabah Corona, Seks Virtual Makin Digemari

Firdaus Anwar - detikHealth
fantasi seksual Seks virtual makin diminati di masa orang-orang harus menjaga jarak. (Foto: iStock)
Jakarta -

Di tengah pandemi virus Corona COVID-19, orang-orang disarankan jaga jarak untuk mencegah penularan virus. Beberapa wilayah menutup akses di perbatasannya dan masyarakat diminta untuk berdiam diri di rumah.

Hal ini tentunya bisa berdampak pada kehidupan sosial. Pada individu yang ingin bercinta misalnya, terutama pasangan yang menjalani long distance relationship (LDR), mereka mungkin harus mencari alternatif aktivitas seksual dengan memanfaatkan teknologi.

Terapis seks Myisha Battle mengatakan aktivitas seks virtual saat ini tampaknya semakin diminati. Terbukti dari laporan salah satu penyedia konten pornografi populer di internet yang melihat peningkatan pengguna hingga 13 persen di bulan Maret dibandingkan bulan sebelumnya.

Apa saja yang dimaksud seks virtual? Pada dasarnya adalah aktivitas seks yang melibatkan teknologi untuk berhubungan dengan orang lain. Termasuk di dalamnya konsumsi pornografi di internet, sexting, video call sex, hingga penggunaan mainan seks berteknologi online.

"Ya memang semakin banyak orang memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan seks karena hanya itu yang tersedia sekarang," kata Myisha seperti dikutip dari Refinery29, Rabu (22/4/2020).

Ahli saraf sekaligus terapis seks, Nan Wise, mengingatkan satu hal yang harus diingat dari tren seks virtual ini adalah tentang intimasi. Jangan terlena dengan teknologi sehingga melupakan intimasi yang harus dibangun pasangan.

"Saya menyarankan orang-orang menjadikan momen ini sebagai kesempatan untuk merasakan bahwa seks lebih dari sekedar friksi di antara organ intim dan orgasme. Seks adalah cara untuk saling terhubung," pungkas Wise.



Simak Video "Pria Ceko Berhenti dari Pekerjaan Demi Produksi Ventilator Terjangkau"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)