Minggu, 12 Jul 2020 20:30 WIB

4 Jenis Orgasme yang Bisa Dirasakan Pria, Apa Saja?

Ayunda Septiani - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. Ilustrasi seks. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Soifer)
Jakarta -

Pada dasarnya, pencapaian orgasme pada pria tidak hanya terpaku pada ejakulasi yang terjadi saat bercinta. Perlu diketahui, bahwa ada empat jenis orgasme yang bisa dirasakan pria pada kondisi tertentu.

Sebenarnya, apapun jenisnya orgasme yang dirasakan pria tentu hanya bisa diperoleh saat nyaman dengan diri dan atau pasangannya.

Dikutip dari laman Metro, berikut penjelasan terkait jenis orgasme yang terjadi pada pria yang dijelaskan oleh pakar seks, bahasa tubuh, dan percintaan, Annabelle Knight. Apa saja?

1. Orgasme berulang kali

Ada dua tipe jenis orgasme berulang atau multiple orgasm pada pria. Tipe yang pertama adalah pria yang butuh waktu istirahat sesaat usai orgasme pertama sebelum kembali merasakannya. Pada kondisi ini, pria bisa saja orgasme tanpa melepaskan air mani. Untuk tipe kedua adalah yang tak perlu waktu jeda untuk hidrasi.

"Waktu jeda sekitar 30 menit untuk istirahat di sela orgasme dikenal sebagai refractory period. Waktu recovery post orgasm ini makin lama seiring peningkatan usia. Selama istirahat pria bisa merasakan efek ekstra oksitosin yang diproduksi saat berhubungan seks. Hormon ini menimbulkan rasa bahagia dan mood yang baik," ujar Knight.

2. Orgasme standar

Orgasme standard terjadi saat pria mengalami ejakulasi ketika bercinta atau saat masturbasi. Orgasme ini mungkin menjadi yang paling dikenal oleh pria dan wanita.

"Ejakulasi diawali ereksi saat pria terangsang secara fisik maupun psikologi. Ketika ereksi, darah mengalir ke jaringan seperti busa yang disebut corpora di sepanjang penis. Hal ini menyebabkan ukuran dan kekerasan penis bertambah," kata Knight.

Saat ereksi, testis ditarik ke arah tubuh seiring skrotum yang makin kencang. Selanjutnya, air mani masuk ke dalam uretra melalui kontraksi otot dasar pinggul dan jaringan prostat. Air mani kemudian keluar dari dalam penis yang dikenal sebagai ejakulasi.

3. Orgasme mimpi basah

Mimpi basah tidak terjadi hanya saat pria memasuki fase puber di usia remaja. Pria dewasa bisa juga mengalami mimpi basah yang kontennya tidak harus seputar hal seksual. Karena itu, jangan heran jika pria bangun dengan rasa tidak nyaman setelah bermimpi saat tidur.

4. Orgasme campuran

Orgasme campuran terjadi pada pria yang merasakan kepuasaan bercinta saat beberapa bagian tubuh terangsang sekaligus. Misalnya saat pasangan menyentuh puting dan penis secara bersamaan, sehingga pria tidak tahu sentuhan di bagian mana yang memberikan sensasi orgasme.

"Tipe orgasme campuran atau whole body orgasm terjadi di tengah bercinta dalam fase cepat. Bisa juga saat bercinta dalam fase sangat lambat menuju intercourse. Jenis orgasme ini sangat bagus bagi yang ingin merangsang area sensitif pria atau erogenous zones," pungkas Knight.



Simak Video "Dokter Boyke Sayangkan Kurangnya Pendidikan Seks untuk Milenial"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)