Senin, 13 Jul 2020 18:30 WIB

4 Fakta Rambut Kemaluan, Bisa Bikin Bisulan Jika Kurang Perawatan

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
ilustrasi vagina Rambut kemaluan bisa iritasi jika cara mencukurnya salah. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Masa pubertas pada pria maupun wanita ditandai dengan perubahan fisik seperti pertumbuan rambut halus di sekitar kemaluan. Sifat dan ketebalannya bervariasi pada setiap orang sehingga tidak ada ukuran yang baku untuk saling dibandingkan.

Yang pasti, rambut pubis, demikian istilah resminya, punya beberapa fungsi secara anatomis. Selain menjaga area kemaluan tetap hangat, juga mencegah terjadinya infeksi.

Sering bikin penasaran, ini fakta tentang rambut kemaluan.

1. Fungsi rambut kemaluan

Tumbuhnya rambut kemaluan bukan berarti tidak memiliki tujuannya, beberapa penelitian mengatakan rambut kemaluan bisa membuat alat kelamin tetap hangat dan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan gairah seksual. Selain itu, dapat mencegah infeksi kemaluan.

"Ini (rambut kemaluan) sebagai penjaga untuk mencegah masuknya kotoran ke dalam vagina atau penis." ucap Sherry Ross, M.D., ob-gyn Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California, dikutip dari Self.com.

2. Risiko mencukur

Mencukur atau memotong rambut kemaluan adalah pilihan setiap orang. Pada umumnya, menghilangkan rambut kemaluan boleh saja, tetapi ada beberapa efek samping yang akan terjadi. Luka saat mencukur pada rambut kemaluan sangat umum terjadi. Sebuah studi tahun 2017 mengatakan bahwa 25,6 persen pria mengalami luka saat mencukur rambut kemaluan.

3. Waspadai infeksi

Rambut kemaluan berfungsi sebagai pelindung untuk mencegah kotoran masuk ke dalam alat kelamin. Mencukur habis rambut kemaluan akan membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi, seperti Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan jamur.

4. Bisa memicu bisul

Bisul biasanya muncul di area kemaluan akibat seseorang mencukur dengan kasar. Awalnya bisul berbentuk seperti benjolan merah dan kemudian disertai nanah.

Mecukur rambut kemaluan umumnya aman, tetapi dapat memberikan efek samping. Anda harus berhati-hati jika ingin mencukur rambut kemaluan. Namun, tidak ada salahnya tetap membiarkannya tumbuh, tetapi disarankan untuk menjaga kebersihan seperti mencuci menggunakan air bersih atau sabun khusus untuk kemaluan.



Simak Video "Lihat Kunci Sukses Swiss Jadi Negara Teraman COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)