Rabu, 22 Jul 2020 21:16 WIB

4 Bahan Tak Biasa yang Pernah Dipakai untuk Pelumas Bercinta

Elsa Himawan - detikHealth
Young male and female in blue protective masks taking photo by phone on tripod at home Lubrikasi saat bercinta bisa mengurangi risiko gesekan (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Pelumasan atau lubrikasi saat bercinta dibutuhkan agar tidak terjadi luka akibat gesekan. Namun seiring menurunnya fungsi seksual, pelumasan juga makin tidak maksimal sehingga butuh lubrikasi ekstra.

Di pasaran, berbagai produk pelumas untuk bercinta mudah sekali ditemukan. Tentunya harus ada jaminan terkait keamanan ketika digunakan, terutama terkait kandungan bahan-bahan kimia di dalamnya.

Meski banyak yang sudah teruji aman, masih ada juga yang menggunakan lubrikasi alami dengan bahan sehari-hari. Tidak sedikit di antaranya malah membahayakan.

Berikut 4 bahan yang pernah dipakai sebagai pelumas untuk bercinta:

1. Minyak Kelapa

Menurut Jennifer Landa, MD, kepala petugas medis di BodyLogicMD, minyak kelapa dapat melembabkan dan melumasi organ reproduksi. Minyak kelapa memiliki ketebalan dan lebih tahan lama ketimbang pelumas yang berbahan dasar silikon dan air. Bahkan kabarnya, sering juga dipakai sebagai pelicin kondom.

Kalaupun terpaksa pakai minyak kelapa, gunakan yang murni dan alami, bebas pengawet, dan tidak mengandung wewangian. Selain itu, sebaiknya tidak berlebihan karena penumpukan minyak berlebih di vagina bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan ragi.

2. Yogurt

Dikutip dari Medical News Today, beberapa wanita menggunakan yogurt di area vagina sebagai pelumas dan pengobatan untuk infeksi jamur. Yogurt yang dipilih tentunya tidak memiliki rasa maupun kandungan gula, sehingga dapat membantu membangun koloni bakteri normal di vagina.

Namun, klaim ini masih belum dikonfirmasi oleh para ilmuwan.

3. Putih Telur

Putih telur yang baunya amis itu dianggap bisa menjadi salah satu bahan pelumas dalam berhubungan intim. Putih telur menyerupai cairan vagina selama masa ovulasi.

Terdapat sebuah penelitian tahun 1990 yang dilakukan oleh Divisi Endokrinologi Giekologi, Rumah Sakit Wanita di Heidelberg yang bereksperimen dengan putih telur ayam betina sebagai pengganti lendir serviks manusia.

Akan tetapi, dokter kurang merekomendasikan putih telur sebagai pelumas untuk vagina. Untuk dimakan saja harus dimasak, apalagi masuk organ reproduksi.

4. Lidah Buaya

Menurut ahli farmakologi Joe Graedon dari The People's Pharmacy, lidah buaya sudah dikenal memiliki tekstur yang lembut dan netral pada semua jenis kulit. Hal tersebut membuat lidah buaya seringkali dijadikan bahan kecantikan, pengobatan, bahkan pelumas dalam berhubungan seksual.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga bahwa seseorang bisa alergi terhadap kandungan lidah buaya dengan ciri-ciri; kemerahan, adanya sensasi terbakar pada area reproduksi dan untuk ibu hamil, biasanya mengalami kontraksi pada bagian uterus (rahim).



Simak Video "Dokter Boyke Sayangkan Kurangnya Pendidikan Seks untuk Milenial"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)