Rabu, 05 Agu 2020 21:00 WIB

Riset: Pemilik Bentuk Wajah Seperti Ini Punya Gairah Seks Tinggi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Fashion portrait of young elegant woman in bed Riset ungkap bentuk wajah yang memiliki gairah seks tinggi. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Gairah seks dipercaya bisa meningkat dengan konsumsi beberapa makanan tertentu. Namun, sebuah studi menunjukkan gairah seks seseorang sebenarnya bisa dilihat dari bentuk wajah.

Para peneliti di Nipissing University di Kanada, mengatakan bentuk wajah dapat mengungkapkan dorongan seks seseorang, bahkan hingga seberapa besar kemungkinan mereka 'selingkuh' saat menjalin komitmen.

Studi yang dipublikasikan di Archives of Sexual Behavior, menemukan bahwa pria dan wanita dengan wajah yang lebih pendek dan lebih luas memiliki motivasi seks yang lebih tinggi. Ukuran wajah lebar ini dihitung berdasarkan rasio lebar dan panjang wajah atau disebut Face Width to Height Ratio (FWHR).

Bentuk wajah tersebut juga lebih terbuka dalam melakukan hubungan seks tanpa komitmen. Maka dari itu, mereka dianggap cenderung memiliki kemungkinan 'selingkuh'.

"Bersama-sama, temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik wajah mungkin menyampaikan informasi penting tentang motivasi seksual manusia," jelas Steven Arnocky, penulis utama studi tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Medical Daily.

Arnocky dan rekan-rekannya menyebut bahwa dimensi wajah seseorang berkaitan dengan ciri-ciri psikologis dan perilaku tertentu. Sebagai contoh, sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Psychological Science menemukan bahwa wanita menganggap pria dengan wajah yang lebih luas cenderung lebih dominan atau lebih menarik dilihat saat 3 menit pertama.

Para wanita melihat FWHR tinggi sebagai lebih dominan dan memiliki potensi lebih romantis, tetapi hanya untuk hubungan jangka pendek. Temuan itu mendorong para peneliti untuk menyelidiki apakah FWHR dapat memprediksi dorongan seks di antara pria dan wanita.

Dalam dua studi terpisah, Arnocky, seorang psikolog yang berfokus pada seks dan perilaku manusia, meneliti korelasi antara seksualitas dan bentuk wajah. Dalam studi pertama, 145 mahasiswa pria dan wanita sarjana yang menjalin hubungan romantis ditanyai tentang perilaku interpersonal dan dorongan seks mereka, dan FWHR mereka diukur menggunakan foto.

Dalam studi kedua, versi lanjutan dari yang pertama, 314 siswa menjawab pertanyaan tambahan tentang orientasi sosial (misalnya, sikap terhadap seks bebas) dan perselingkuhan yang diinginkan.

Hasil studi menunjukkan, FWHR secara signifikan berkorelasi dengan dorongan seksual. Dilihat dari FWHR seseorang, para peneliti memprediksi apa yang dilaporkan orang tersebut tentang dorongan seksualnya, berlaku untuk pria maupun wanita.

Para ahli meyakini jika perilaku seks terkait FWHR berhubungan dengan hormon seks terutama testosteron. Jika korelasi tersebut berlaku hingga usia dewasa, disebutkan dapat memberi pemahaman soal hubungan jangka panjang antara orang dewasa yang lebih tua.



Simak Video "Dokter Boyke Sayangkan Kurangnya Pendidikan Seks untuk Milenial"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)