Sabtu, 15 Agu 2020 19:33 WIB

6 Hal yang Bisa Bikin Wanita Kesakitan Usai Bercinta

Elsa Himawan - detikHealth
ilustrasi vagina Penyebab vagina nyeri saat bercinta. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Aktivitas bercinta bisa jadi kegiatan yang dinikmati bersama pasangan. Namun, tak jarang rasa nyeri pada vagina dikeluhkan oleh kaum hawa setelah melakukan hubungan intim. Sensasi terbakar di sekitar vulva dan rasa sakit pada panggul juga sering terjadi pada wanita.

Menurut Michael Ingber, MD, direktur urogynecology di New Jersey ada satu dari tiga wanita yang mengalami nyeri selama atau setelah berhubungan seksual. Ia menyampaikan bahwa rasa nyeri tersebut disebabkan oleh berbagai faktor. Wanita harus mengetahui terlebih dahulu faktor-faktor tersebut, barulah ia bisa memberikan penanganan yang tepat.

Berikut 6 Alasan wanita merasa kesakitan usai bercinta yang dikutip dari Health:

1. Ada penyakit infeksi

Nyeri di dalam dan sekitar area vagina adalah gejala yang paling umum dari penyakit infeksi saluran kemih (ISK). Peradangan akibat ISK, menyebabkan kejang pada bagian otot yang mengelilingi organ panggul.

Menurut Michael Ingber, ketika penis pasangan melakukan kontak berulang kali dengan dinding vagina, kejang otot bisa menjadi semakin parah dan menyakitkan bagi wanita yang mengidap ISK. Solusi yang harus dilakukan adalah melakukan konsultasi dengan dokter, sehingga dapat diberikan penanganan dan resep obat yang tepat.

2. Penis pasangan terlalu besar

Michael Ingber juga menjelaskan bahwa penetrasi dari ukuran penis yang terlalu besar dapat menimbulkan kram pada otot vagina dan organ panggul.

"Rata-rata ukuran vagina pada wanita, tidak lebih dari lima inci. Oleh sebab itu, ukuran penis yang besar berpotensi menyebabkan trauma signifikan, sehingga menyebabkan kram pasca berhubungan seksual," ujar Michael Ingber.

Solusi yang harus dilakukan adalah pilihlah posisi yang membuat wanita merasa nyaman dan gunakan pelumas agar mempermudah penetrasi.

3. Memiliki kista pada ovarium

Kista ovarium memicu rasa sakit di sisi kanan bawah atau kiri bawah panggul tempat ovarium berada. Jika ukurannya cukup besar, kista ovarium dapat menyebabkan sakit perut dan kram selama dan setelah berhubungan seksual.

Solusi yang dapat dilakukan adalah segera periksa ke dokter untuk mengetahui ukuran kista. Kista yang bertumbuh semakin besar harus dilakukan tindak operasi.

4. Menderita endometriosis

Endometriosis adalah kondisi jaringan rahim yang berpindah ke rongga panggul. Jaringan ini sebenarnya bisa menempel di mana saja, tetapi menetap pada area panggul, sehingga membentuk kista di bagian ovarium, rongga perut, ataupun kandung kemih. Endometriosis juga memiliki gejala kram parah dan nyeri panggul saat menstruasi. Endometriosis tidak bisa disembuhkan, tetapi pengobatan dan tindak operasi dapat meredakan gejala sakitnya.

5. Tidak cukup terangsang saat berhubungan seks

Lecet yang disebabkan oleh kurangnya pelumasan selama hubungan seksual adalah penyebab umum dari nyeri pasca bercinta. Oleh sebab itu, sebelum melakukan penetrasi, pastikan untuk banyak melakukan pemanasan atau foreplay sehingga vagina dapat terlumasi dengan baik.

6. Seks yang terlalu kasar

Penetrasi yang terlalu kasar dan banyak dapat memberi gesekan ekstra pada vagina sehingga terasa sakit. Posisi seks juga mempengaruhi rasa sakit pada vagina, misalkan berhubungan seks dari belakang yang membuat tekanan lebih keras pada vagina.

Solusinya, sering-seringlah berkomunikasi kepada pasangan mengenai aktivitas seksual yang kamu rasakan di atas ranjang.



Simak Video "Dokter Boyke Sayangkan Kurangnya Pendidikan Seks untuk Milenial"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)