Rabu, 19 Agu 2020 21:58 WIB

Butuh Alasan Mencukur Rambut Kemaluan? Riset Ungkap Salah Satunya

Ayunda Septiani - detikHealth
razor, bar of sudsy soap on shiny wet gray surface. Mencukur rambut kemaluan bisa mencegah berbagai masalah kesehatan kulit (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Sekali waktu, sempatkan mencukur rambut kemaluan. Selain untuk menjaga kebersihan area intim, juga untuk alasan lain yaitu memuaskan pasangan.

Sebuah penelitian dalam Journal of Sexual Medicine menunjukkan kebanyakan pria lebih suka wanita tanpa rambut di Miss V.

Para penelitian melakukan survei terhadap 1.110 responden untuk ditanyakan bagaimana mereka mempertahankan rambut kemaluannya, dan bagaimana mereka lebih menyukai area intim pasangannya.

Dikutip dari Women's Health, hasil survei menunjukkan, sebagian besar pria dan wanita menjaga kerapian di area intim mereka. Sebanyak 95 persen dari peserta sudah dicukur atau dihilangkan rambut kemaluan mereka dalam empat minggu terakhir.

Sementara itu, setengah dari wanita dan satu dari lima pria mengaku mereka lebih suka mencukur rambut kemaluan. Baik pria atau wanita memilih untuk merapikannya karena berpikir tentang seks oral yang akan dilakukan saat berhubungan seksual.

Namun sebagian besar yang memilih rambut kemaluan lebat adalah pria. Pria yang disurvei mengatakan, dalam empat minggu terakhir mereka sudah dicukur atau dibiarkan lebat.

Sebanyak 60 persen pria yang disurvei mengaku lebih suka pasangannya tidak memiliki rambut di kemaluannya. Sisanya mengatakan, mereka menyukai pasangan yang memiliki rambut kemaluan.

"Hasil ini menunjukkan pola rambut kemaluan dan yang lebih disukai berkaitan dengan norma gender dan mencerminkan bagaimana idealnya kecantikan itu bisa bervariasi berdasarkan jenis kelamin," kata penulis penelitian, Scott M Butler, PhD, MPH.

Butler menjelaskan, mengenai rambut kemaluan itu tergantung pribadi masing-masing. Beberapa wanita mengatakan waxing membuat mereka merasa bersih dan seks lebih nyaman. Di sisi lain, jika memilih tak mencukurnya itu juga keren.



Simak Video "Bukan Tren, Peremajaan Miss V Itu Kebutuhan!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)