Kamis, 20 Agu 2020 04:26 WIB

Popularitas 'Doggy Style' Meroket Gara-gara Pandemi Corona

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. Posisi bercinta mempengaruhi risiko penularan Corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/Soifer)
Jakarta -

Pandemi virus Corona COVID-19 mengubah banyak hal dalam keseharian, tak terkecuali urusan bercinta. Ada banyak anjuran soal bercinta yang bertujuan untuk meminimalkan risiko penularan, salah satunya soal posisi dan variasi seks.

COVID-19 ditularkan lewat droplet atau percikan dahak, sehingga posisi seks yang melibatkan tatap muka secara langsung dianggap lebih aman. Ini artinya, posisi misionaris akan banyak dihindari.

Sebaliknya, posisi tertentu yang tidak mengharuskan untuk saling berhadapan makin populer belakangan ini. Ini ditegaskan lewat kompilasi data yang dihimpun End of Tenancy London berdasarkan volume pencarian di Google.

Dalam sebulan terakhir, pencarian di Google untuk posisi 'reverse cow girl' tercatat sebanyak 60.000 kali dan 'doggy' sebanyak 18.100 kali. Sedangkan pada Januari ketika lockdown belum diberlakukan, pencarian 'reverse cow girl' hanya 49.500 kali dan 'doggy' hanya 14.800 kali.

Dikutip dari Dailymail, kata kunci 'sex positions' sendiri dicari sebanyak 2,7 juta kali dalam sebulan terakhir. Bahkan posisi yang lebih menantang seperti 'spooning' juga meningkat dari 14.800 kali pada bulan Januari, menjadi 18.100 kali sebulan terakhir.

Baru-baru ini, sebuah badan amal Terrence Higgins Trust menganjurkan pasangan untuk menghindari aktivitas seksual yang berisiko menularkan COVID-19. Termasuk di antaranya saling berciuman dan bercinta dengan posisi saling berhadapan.



Simak Video "Inilah Sumber Penularan Virus Covid-19 ke Kelompok Rentan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)