Senin, 19 Okt 2020 19:36 WIB

4 Perubahan pada Miss V Seiring Bertambahnya Usia

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
ilustrasi vagina Ilustrasi vagina. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Perubahan vagina biasanya dimulai ketika seorang wanita telah memasuki masa-masa pubertas. Namun sayangnya, tidak banyak wanita yang menyadari perubahan yang terjadi.

Perubahan pada vagina ini sangat wajar terjadi. Agar kamu tidak terkejut dengan perubahan apa saja yang mungkin terjadi, simak penjelasan di bawah ini.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut 4 perubahan yang terjadi pada vagina seiring bertambahnya usia:

1. Kering

Pada masa menopause sel telur tidak lagi dikeluarkan oleh ovarium. Hormon estrogen akan berhenti diproduksi sehingga kadarnya akan berkurang.

Rendahnya hormon estrogen mengakibatkan cairan lubrikasi di vagina semakin berkurang saat bercinta dan terasa kering. Jika dipaksakan vagina akan terasa sakit dan perih.

2. Lebih tipis dan gelap

Ketika wanita beranjak dewasa, vagina akan menjadi lebih tipis dan gelap. Bagian labia mayora (bibir) luar vagina akan menipis karena lemak berlebih pada area tersebut akan berkurang.

Perubahan hormon juga mengakibatkan warna pada vagina berubah. Vagina yang awalnya berwarna merah muda dapat berubah menjadi gelap terutama pada bagian klitoris dan bibir dalam vagina.

3. Kurang 'menggigit'

Organ reproduksi wanita memiliki jaringan dan otot. Seiring bertambah usia, kekuatan otot-otot tersebut akan melemah. Sehingga saat melakukan penetrasi, vagina terasa kurang 'menggigit'.

4. Periode menstruasi pendek

Saat wanita bertambah usia, jumlah cadangan sel telurnya pun berkurang. Namun, wanita masih mengalami menstruasi. Hanya saja periode menstruasi menjadi semakin pendek karena memasuki masa menopause.



Simak Video "Bukan Tren, Peremajaan Miss V Itu Kebutuhan!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)