Sabtu, 31 Okt 2020 19:00 WIB

Berapa Kali Frekuensi Berhubungan Intim yang Ideal? Ini Kata Pakar

Thalitha Yuristiana - detikHealth
Young female holding hands sensually on red silk bed. Berapa frekuensi yang ideal saat berhubungan seks? (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Manfaat seks sangat beragam mulai dari meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah hingga menghilangkan stres. Banyak orang yang mempertanyakan, seberapa sering seharusnya seks dilakukan oleh pasangan?

Tapi pertanyaan yang kemudian muncul adalah, seberapa sering seharusnya hubungan seks dilakukan oleh pasangan? Untuk menjawab hal tersebut Dr Barbara Winter yang merupakan seorang psikolog dan seksolog klinis menyatakan bahwa kepuasan dalam perkawinan tidak hanya dihitung dari frekuensi seksual.

Hal tersebut dibuktikan oleh penelitian yang menemukan bahwa pasangan yang sudah menikah justru sangat mempertimbangkan kualitas interaksi seksual, dan bukan hanya kuantitasnya saja. Biasanya penurunan frekuensi melakukan seks terjadi ketika pasangan telah lama bersama-sama.

Melansir dari Healthline, faktor lain yang menyebabkan menurunkan frekuensi melakukan hubungan seksual juga dapat dipengaruhi oleh faktor pekerjaan, pekerjaan rumah, anak-anak, faktor fisik atau fisiologis, dan masalah relasional lainnya.

Di sisi lain, penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015 menganalisis 2.400 pasangan yang telah menikah. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa semakin banyak hubungan seks yang dilakukan pasangan, mereka akan semakin bahagia. Ketika ditanya mengenai berapa frekuensi melakukan seks yang mereka lakukan, rata-rata menjawab bahwa melakukan seks satu kali dalam seminggu.

Frekuensi melakukan seks satu kali dalam seminggu terbukti ideal karena seks sekali atau dua kali sebulan mungkin tidak cukup, namun lebih dari sekali seminggu tidak meningkatkan kebahagiaan lebih jauh. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa pasangan yang melipatgandakan frekuensi melakukan seks ternyata tidak lebih bahagia dari sebelumnya. Hal tersebut juga menyebabkan kenikmatan seks yang menurun.

Namun kembali lagi bahwa penelitian tersebut tidak dapat dijadikan patokan frekuensi seks yang ideal karena kebahagiaan dan kepuasan seks dipengaruhi berbagai faktor misalnya hormon. Hal tersebut juga cenderung berbeda antar masing-masing pasangan.

Alih-alih meningkatkan frekuensi melakukan seks, Anda dapat meningkatkan libido atau gairah seksual dengan menjadwalkan seks, mengubah tempat, melakukan perjalanan jauh dari ruang keluarga, membumbui atau bahkan menghidupkan kembali kencan romantis.



Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)