Kamis, 19 Nov 2020 20:19 WIB

Suka Merekam Diri Sendiri Saat Berhubungan Seks? Mungkin Ini Penyebabnya

Kanya Anindita - detikHealth
Young male and female in blue protective masks taking photo by phone on tripod at home Kenapa orang senang merekam diri sendiri saat berhubungan seks? (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Belakangan video syur yang viral di media sosial, disebut-sebut mirip Gisella Anastasia alis Gisel dan beberapa artis lain, tengah banyak diperbincangkan. Fenomena ini memunculkan pertanyaan, mengapa sih ada orang yang suka merekam diri sendiri saat berhubungan intim?

Menurut pakar seks, kebanyakan orang penasaran dengan tampilan diri mereka saat berhubungan seks. Mereka sering menaruh handphone tidak jauh dari jangkauan mereka, lalu merekam dirinya sedang masturbasi, dan mengirimkannya kepada pasangannya.

"Semakin banyak orang yang merekam diri mereka saat berhubungan seks dengan pasangannya karena itu menyenangkan. Pasangan yang menonton rekaman diri mereka saat bercinta merasa terhibur dan kembali melakukannya karena dianggap menggairahkan," ungkap Annabelle Knight, seorang pakar seks dan hubungan.

Annabelle merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi alkohol saat merekam diri sendiri kala berhubungan seks. Hal ini demi memastikan ia secara sadar melakukan hal tersebut.

Menurutnya, hal ini juga untuk menghindari kejadian merugikan seperti penyebaran video oleh salah satu pihak tanpa adanya izin untuk menyebarkan.


Bagi orang yang sering menonton pornografi di media sosial, menyaksikan diri saat berhubungan seks merupakan kepuasan bagi diri sendiri. Untuk itu, mereka coba mempraktikannya saat bercinta dengan pasangan."Mungkin kita semua adalah orang narsisis: kita semua ingin melihat diri kita sendiri sebagai seksual, dan dengan memfilmkan diri kita sendiri, kita dapat melakukannya secara berulang kali," ucap Stu Nugent, seorang pakar seks dalam wawancaranya dengan Metro.co.uk.

Faktanya, bagi orang-orang dengan kecenderungan ini, melihat rekaman diri mereka yang sedang berhubungan seks dapat menjadi tantangan bagi narsisme mereka. Realitas penampilan tubuh dan kecakapan seksual mereka mungkin tidak sesuai dengan versi ideal dalam pikiran mereka.

Intinya, proses merekam saat berhubungan seks harus disetujui oleh kedua belah pihak. Jadikan rekaman itu sebagai alat untuk membangkitkan gairah seks, bukan untuk merugikan salah satu pihak.



Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)