Minggu, 22 Nov 2020 06:30 WIB

Seberapa Sering Laki-laki Harus Ejakulasi?

Thalitha Yuristiana - detikHealth
ilustrasi sperma Ejakulasi diklaim memberi banyak manfaat kesehatan (Foto: iStock)
Jakarta -

Ejakulasi atau keluarnya sperma dari penis diklaim punya manfaat bagi kesehatan pria. Ejakulasi dapat terjadi ketika melakukan seks maupun melakukan masturbasi.

Proses dari ejakulasi juga tak sederhana, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Pertama, diperlukan adanya rangsangan seksual. Rangsangan ini yang kemudian mengirim sinyal ke sumsum tulang belakang dan otak melalui saraf.

Respons tersebut akan di membuat testis mengeluarkan sperma yang dialirkan ke uretra di bagian bahwa penis. Setelah itu, kelenjar prostat akan memproduksi semen atau air mani agar sperma lebih mudah bergerak dan terdorong keluar. Otot-otot penis yang mendorong sperma tersebut dan terjadilah ejakulasi.

Seberapa sering seharusnya sperma dikeluarkan dari tubuh?

Pria biasanya menghasilkan 1.500 sperma tiap detiknya. Maka dalam sehari, pria dapat menghasilkan hingga jutaan sel sperma. Dikutip dari survei yang dilakukan oleh Mera Family Doctor dengan menanyakan kepada dokter mengenai berapa kali idealnya sperma dikeluarkan dari tubuh, ditemukan bahwa dokter menganjurkan untuk mengeluarkan sperma paling baik 1 kali dalam 3 hari. Beberapa dokter lainnya menyarankan untuk melakukan ejakulasi sebanyak 2-3 kali seminggu dan 12 sampai 15 kali perbulan.

Hal ini dianjurkan karena ejakulasi memiliki manfaat yang banyak bagi tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa kadar testosteron meningkat pada saat ejakulasi. Selain meningkatkan libido seks, tingkat testosteron yang tinggi dalam tubuh berdampak pada penguatan otot dan anti-penuaan.

Namun para dokter lebih menyarankan untuk melakukan ejakulasi ketika melakukan seks dibandingkan masturbasi. Masturbasi menyebabkan gesekan pada pori-pori dan kulit penis yang dapat memicu iritasi dan cedera pada penis.

Lama tak ejakulasi ternyata dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi tubuh. Dikutip dari Healthline, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2016 menemukan bahwa lama atau jarang ejakulasi pada usia 20 sampai 40 tahun, berisiko terkena kanker prostat.

Partisipan dalam penelitian ini adalah 32.000 pria yang diteliti sejak tahun 1992-2010. Walaupun begitu, faktor utama yang menyebabkan kanker prostat lebih banyak dipengaruhi oleh gaya hidup tak sehat, obesitas, penyakit seksual dan faktor genetik.



Simak Video "Penjelasan Ahli Soal Dugaan Ekshibisionisme Pelaku Pelempar Sperma"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)