Kamis, 15 Okt 2020 06:19 WIB

Seberapa Sering Pria Harus Ejakulasi Agar Tak Kena Kanker Prostat?

Thalitha Yuristiana - detikHealth
ilustrasi sperma Sering ejakulasi menurunkan risiko kanker prostat? (Foto: iStock)
Jakarta -

Ejakulasi atau keluarnya sperma memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh. Beberapa manfaatnya seperti sarana membakar kalori, meredakan stres, memperbaiki suasana hati dan lain sebagainya.

Pertanyaannya, seberapa sering idealnya seorang pria ejakulasi?

Dalam kondisi normal, pria dapat menghasilkan 1.500 sel sperma setiap detik dan jutaan dalam sehari. Dikutip dari Medical News Today, tidak ada patokan baku mengenai ejakulasi yang harus dilakukan pria dalam seminggu. Hal ini karena patokan tersebut dapat berbeda bagi tiap individu tergantung kondisi kesehatan, status hubungan, dan faktor lainnya.

Hal ini diperkuat dengan studi di Amerika Serikat pada tahun 2015, yang meneliti mengenai ejakulasi yang dilakukan pria. Faktanya, pria paling sering ejakulasi dari bercinta dengan pasangannya saat berusia 25-29 tahun.

Frekuensi ini cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Hingga kini, belum ada patokan baku frekuensi ideal pria mengeluarkan sperma dalam seminggu, baik itu melalui masturbasi atau bersama pasangannya. Dampak sering ejakulasi bagi tubuh juga tidak dapat disamaratakan tiap individu.

Namun pada penelitian yang dilakukan European Urology pada akhir 2016 yang meneliti 31.925 pria menemukan bahwa ejakulasi setidaknya 21 kali sebulan bisa mengurangi risiko kanker prostat pada pria. Maka dalam seminggu, pria dianjurkan untuk ejakulasi sebanyak 4 kali untuk mencegah kanker prostat.

Penelitian lebih lanjut untuk mengkaji hubungan antara kanker prostat dan frekuensi ejakulasi harus dilakukan. Hal ini dikarenakan penelitian tersebut hanya mengandalkan laporan dari responden dalam medio 1992 sampai 2010. Perlu adanya uji laboratorium terkontrol untuk menganalisis hal tersebut.

Penelitian lain pada tahun 2004 juga berupaya membuktikan kaitan ejakulasi dengan risiko kanker prostat. Namun, para peneliti menyimpulkan frekuensi ejakulasi tidak signifikan memengaruhi faktor risiko kanker prostat. Faktor kesehatan adalah faktor yang paling mempengaruhi munculnya kanker prostat pada pria.



Simak Video "Kenali Risiko Gangguan Reproduksi Karena Bersepeda"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)