Senin, 23 Nov 2020 18:58 WIB

8 Makanan Penambah Sperma Agar Produksi Makin Berlimpah

Kanya Anindita - detikHealth
ilustrasi sperma Makanan penambah sperma (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Pasutri dapat mengonsumsi berbagai makanan penambah sperma agar segera memiliki momongan. Memasukkan sayur-sayuran dan daging ke dalam menu makanan dapat memperbaiki pola makan dan meningkatkan kesehatan tubuh.

Makanan penambah sperma tentunya dapat meningkatkan jumlah sperma secara alami. Beberapa menu berikut dapat menjadi pilihan makanan penambah sperma agar segera memiliki bayi serta meningkatkan kebutuhan seksual.

Dikutip dari FirstCry Parenting, di bawah ini sejumlah menu makanan penambah sperma yang dapat dikonsumsi:

1. Telur

Makanan penambah sperma ini kaya akan vitamin E, zinc, dan protein yang bagus untuk pergerakan sperma. Mengonsumsi telur dapat melindungi sperma dari radikal bebas sehingga memperbesar peluang terjadinya pembuahan.

2. Pisang

Buah ini dapat dijadikan makanan penambah sperma karena kandungan vitamin B1 dan vitamin C serta magnesium, dapat meningkatkan pergerakan dan produksi sperma. Enzim bromelain di dalamnya dapat mengatur pergerakan sperma yang disebut motilitas. Selain itu, enzim ini juga berfungsi untuk mengatur hormon seksual dan meningkatkan suasana hati.

3. Bawang putih

Bawang putih merupakan salah satu makanan penambah sperma yang dapat menurunkan risiko kanker. Bawang putih mengandung allicin yang dapat merangsang sirkulasi darah ke bagian yang tepat serta selenium yang meningkatkan motilitas sperma.

4. Bayam

Mengonsumsi sayuran yang berdaun dapat mengatur banyak aktivitas dalam tubuh. Bayam sebagai makanan penambah sperma kaya akan asam folat yang penting untuk perkembangan sperma.

5. Tiram

Sumber zinc dalam tiram bagus untuk makanan penambah sperma. Memakan tiram akan merangsang sistem reproduksi melalui glikogen dan taurin.

Gingseng hingga minyak zaitun juga termasuk makanan penambah sperma. Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]