Rabu, 09 Des 2020 19:33 WIB

5 Tips Aman Bercinta Bagi yang Punya Risiko Serangan Jantung

Thalitha Yuristiana - detikHealth
Young female holding hands sensually on red silk bed. Ilustrasi seks. (Foto : iStock)
Jakarta -

Ketakutan utama pengidap penyakit jantung ketika berhubungan seks adalah risiko terkena serangan jantung. Risiko ini akan meningkat setiap pengidap penyakit jantung aktif secara fisik, baik itu aktivitas seksual, lari, ataupun jenis latihan aerobik lainnya.

Namun, perlu diketahui bahwa kemungkinan terkena serangan jantung selama aktivitas seksual sangat rendah. Dikutip dari laman John Hopkins Medicine, direktur riset klinis di Johns Hopkins Ciccarone Center for the Prevention of Heart Disease Amerika Serikat, dr Michael Blaha, MPH, menyatakan bahwa bila seseorang masih bisa naik tangga, jogging, atau berjalan sejauh kira-kira 1,5 km tanpa kesulitan, maka mereka aman berhubungan seksual.

Walaupun begitu, berikut ini ada 4 tips bercinta bagi orang yang berisiko terkena serangan jantung.

1. Kenali keadaan diri

Walaupun seks memang meningkatkan detak jantung, namun hal tersebut tak harus dikhawatirkan secara berlebihan.

"Kemungkinan mengalami serangan jantung saat melakukan memang ada namun sangat rendah. Selama tidak mengalami gejala atau kondisi tertentu, maka seharusnya tak perlu takut," jelas Blaha.

Untuk itu, penting untuk mengenali keadaan diri sendiri. Contohnya melihat apakah ketika melakukan aktivitas fisik seperti naik tangga atau jalan satu kilometer, Anda masih mampu melakukannya atau tidak. Jika masih, Anda tak perlu khawatir terkena serangan jantung ketika melakukan seks.

2. Sering periksakan ke dokter

Rutin memeriksakan ke dokter untuk mengontrol jantung, tak hanya berlaku pada pengidap jantung. Tetapi juga berlaku bagi mereka yang sehat. Terlebih jika seseorang telah mengalami gejala sakit dada, napas pendek, detak jantung tidak teratur, mual atau gangguan pencernaan.

"Jika mengalami kondisi tersebut, jangan lupa kontrol teratur untuk mengetahui kondisi jantung. Jika terbukti punya risiko, maka peluang terjadi serangan saat bercinta cenderung meningkat. Dokter akan memberi saran apa yang sebaiknya dilakukan," kata Blaha.

3. Komunikasi dengan pasangan

Komunikasi merupakan hal yang penting bagi salah satu atau saat orang yang berpasangan punya risiko serangan jantung. Komunikasi dapat menjelaskan kondisi pasangan dengan jelas, termasuk keinginan bercinta. Komunikasi juga menjadi kunci hubungan jangka panjang. Sehingga, jangan ragu untuk mengkomunikasikan kondisi Anda dengan pasangan.

4. Pilih tempat dan posisi yang aman

Pilih tempat yang nyaman ketika melakukan seks. Penting untuk memilih posisi yang aman ketika melakukan seks terutama bagi Anda pengidap penyakit jantung. Hindari posisi yang membutuhkan lebih banyak energi seperti posisi tubuh di atas.

5. Cari alternatif lain

Tak perlu memaksakan diri jika merasa tak nyaman atau tidak sanggup berhubungan seks. Bercinta yang memberi kepuasan pada pasangan ketika mereka mau melakukannya tanpa dipaksa. Cari alternatif lain untuk mengekspresikan rasa cinta Anda kepada pasangan selain melakukan seks. Contohnya tidur berdekatan, memeluk pasangan, mencium, atau sekadar ngobrol intim dalam waktu lama.



Simak Video "Pentingnya Pendidikan Seksual Sejak Dini untuk Cegah Pelecehan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)